Selain itu, pernyataan tersebut juga mengecam keras tindakan kekerasan yang telah menewaskan pasukan penjaga perdamaian serta meningkatkan risiko bagi para pekerja kemanusiaan di lapangan.
Berdasarkan laporan yang beredar, serangan Israel tersebut melibatkan sekitar 100 rudal dan menewaskan sedikitnya 254 orang.
Ironisnya, serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang semula diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan.
Baca Juga: Prabowo Usulkan Terminal Khusus Haji di Arab Saudi, Dorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien
Situasi ini menegaskan bahwa tanpa komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat, upaya perdamaian akan sulit tercapai.
Dunia internasional kini menunggu langkah konkret untuk memastikan bahwa gencatan senjata tidak hanya menjadi simbol diplomasi, tetapi benar-benar mampu menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil. ***