INSIBERNEWS - Sebuah video yang memperlihatkan aksi tinju Belda Brig Sando terhadap turis asal Rusia mendadak viral di media sosial. Insiden yang terjadi di Bali ini memicu berbagai reaksi publik, terutama terkait perilaku wisatawan asing dan respons warga lokal.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ussfeeds pada Rabu (1/4/2026), terlihat Belda menahan seorang turis Rusia dengan teknik piting di bagian leher. Aksi tersebut diduga dilakukan setelah turis tersebut membuat keributan di lokasi.
Belda terdengar meminta warga sekitar untuk merekam kejadian tersebut sambil menyebut bahwa turis tersebut dalam kondisi mabuk. Ia juga menegaskan bahwa tindakannya bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Akibatkan 1 Prajurit TNI Gugur dan 3 Terluka dalam Misi UNIFIL
Menurut keterangan dalam video, turis tersebut diduga bersikap tidak pantas, termasuk mengganggu hingga menyentuh seorang perempuan di sekitar lokasi. Situasi yang memanas akhirnya memicu konfrontasi fisik singkat antara keduanya.
Setelah berhasil melumpuhkan turis tersebut, Belda memberikan peringatan tegas. Ia menekankan pentingnya menghormati warga lokal selama berada di Bali.
Belda juga menyampaikan bahwa Bali merupakan tempat yang terbuka dan ramah bagi siapa saja, selama pengunjung tetap menjaga sikap dan menghargai norma setempat.
Baca Juga: Viral Clara Shinta Bongkar Dugaan VCS Alexander Assad, Nama Selebgram Keyndah Ikut Terseret
Dalam pernyataannya, ia bahkan menegaskan bahwa dirinya bisa saja bertindak lebih keras, namun memilih untuk hanya memberi pelajaran agar turis tersebut memahami kesalahannya.
Dalam video itu, Belda sempat menyinggung bahwa sejumlah turis dari Rusia kerap dinilai berperilaku kurang baik di Bali. Ia pun mengingatkan agar insiden serupa tidak terulang.
Pesan utamanya jelas, wisatawan diharapkan menjaga etika dan menghormati budaya lokal saat berkunjung.
Baca Juga: Kecelakaan Bus Rombongan Pengantin di OKU Selatan: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Korban
Tak lama setelah video tersebut viral, Belda mengunggah klarifikasi. Ia mengakui emosinya sempat terpancing dan menyadari bahwa tindakannya tidak sepenuhnya benar.
Meski sempat terjadi konflik, Belda memastikan bahwa dirinya dan turis tersebut telah menyelesaikan masalah secara damai dan saling memaafkan.