Rangkaian rekaman tersebut menunjukkan keterkaitan pergerakan pelaku dari sebelum hingga setelah aksi penyiraman terjadi.
"Beberapa CCTV menunjukkan adanya keterhubungan perjalanan dari para terduga pelaku ini," terang Iman.
CCTV Asli Bukan Hasil AI
Dalam kesempatan yang sama, polisi juga memastikan telah mengamankan sejumlah barang bukti.
Hal itu, termasuk helm yang diduga digunakan pelaku dan ditemukan di sekitar TKP. Saat ini, barang bukti tersebut tengah menjalani uji laboratoris.
Iman menegaskan, seluruh rekaman CCTV yang digunakan dalam penyelidikan merupakan data asli tanpa rekayasa. Begitu juga dengan wajah pelaku yang ditampilkan dipastikan keasliannya.
"Ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggung jawabkan bahwa ini bukan hasil Artificial Intelligence (AI)," sebut Iman.
"Kami sampaikan bahwa ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku sehingga bukan hasil Artificial Intelligence," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian maupun pihak korban atas insiden teror air keras tersebut.***