INSIBERNEWS — Dipastikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa kegiatan pasar modal tetap berlangsung normal di tengah proses transisi kepemimpinan.
Pernyataan tersebut merupakan respons pemerintah atas mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI pada Jumat (30/1), menyusul koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta sorotan lembaga internasional terhadap tata kelola BEI.
Adapun Airlangga menyampaikan hal tersebut menyusul instruksi Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kementerian Keuangan, serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk menjamin keberlanjutan operasional bursa.
Baca Juga: Manuver Besar Elon Musk, SpaceX, Tesla, dan xAI Dijajaki untuk Merger
“Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan Serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Sabtu (31/1).
Ia menegaskan bahwa tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan di kedua lembaga tersebut. Untuk sementara, posisi strategis akan diisi oleh pejabat pelaksana tugas guna menjamin kelangsungan fungsi kelembagaan.
Adapun posisi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK untuk sementara diisi oleh Friderica Widyasari Dewi. Sementara itu, BEI masih belum mengumumkan pejabat sementara untuk menggantikan posisi Direktur Utama BEI Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat lalu.
Baca Juga: Isu Reshuffle Makin Kencang, Pratikno Pastikan Tak Pernah Ajukan Surat Pengunduran Diri
“Pejabat pelaksana tugas atau PJS Itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan,” imbuh dia.
Airlangga pun optimistis aktivitas pasar modal akan tetap berjalan normal karena ditopang oleh sistem dan tata kelola yang kuat.
“Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices,” pungkasnya.