INSIBERNEWS - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengimbau masyarakat untuk mengisi perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan kegiatan doa bersama.
Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk empati dan keprihatinan atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Menurut Anwar, situasi kebencanaan yang masih dirasakan oleh ribuan warga seharusnya menjadi refleksi bersama. Ia menilai, momen pergantian tahun dapat dimanfaatkan untuk bermunajat dan memanjatkan doa bagi para korban, alih-alih dirayakan secara berlebihan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat, Naik Rp13.000 per Gram di Akhir Pekan
Selama ini, perayaan malam tahun baru kerap identik dengan pesta kembang api, hiburan, dan keramaian. Namun Anwar menilai, tradisi tersebut tidak lagi relevan di tengah suasana duka yang masih menyelimuti sebagian masyarakat Indonesia.
“Nah kalau tujuannya itu untuk agar lebih berhemat tentunya tidak usah,” ujar Anwar dalam keterangannya, Kamis, 25 Desember 2025.
“Apalagi sekarang bangsa kita sedang prihatin karena bencana.”
Ia menekankan bahwa pengendalian diri dalam merayakan pergantian tahun merupakan bentuk solidaritas sosial. Dengan tidak menggelar pesta berlebihan, masyarakat dinilai turut menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang tengah tertimpa musibah.
Baca Juga: Zelenskyy Ungkap Sinyal Baru Perdamaian, Ukraina-AS Bahas Skema Akhiri Perang
Anwar juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan energi positif melalui kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa lintas keluarga, pengajian, hingga aksi sosial bagi korban bencana. Menurutnya, hal tersebut jauh lebih bermanfaat dibandingkan sekadar hiburan sesaat.
“Doa itu bukan hanya simbol, tetapi bentuk kepedulian dan harapan agar bangsa ini diberi keselamatan,” katanya.
“Ini saat yang tepat untuk memperbanyak introspeksi.”
Baca Juga: Sebulan Penuh Menyisir Lokasi, Basarnas Akhiri Pencarian Korban Banjir di Aceh
Selain doa, MUI juga mendorong masyarakat yang mampu untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu para korban banjir, baik melalui lembaga kemanusiaan maupun jalur resmi lainnya.