INSIBERNEWS - Banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir November 2025 menimbulkan dampak besar. BNPB melaporkan sebanyak 338 korban meninggal dunia dan 18 kabupaten terdampak, dengan ribuan warga masih mengungsi.
Tapanuli Tengah mencatat sekitar 18.300 pengungsi, Langkat 11.100, dan Humbang Hasundutan 2.200 orang.
Peringatan BMKG: Munculnya Bibit Siklon Tropis 91S
Di tengah proses pemulihan, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat akibat terbentuknya bibit siklon tropis 91S.
Baca Juga: Kalah dari Filipina untuk Pertama Kalinya, Garuda Muda di Ambang Gugur di SEA Games 2025?
Sistem ini muncul pada 7 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung dengan kecepatan angin sekitar 20 knot dan tekanan 1008 hPa.
Fenomena ini memicu belokan angin, peningkatan uap air, serta aktivitas awan hujan yang berpotensi memperburuk cuaca di Sumut.
Suhu laut hangat dan kelembapan tinggi juga memperkuat pembentukan awan hujan.
Baca Juga: Banjir Kritikan Pedas usai Pergi Umrah Saat Bencana, Bupati Aceh Selatan Sampaikan Permintaan Maaf
Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BMKG memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah, antara lain:
- Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan
- Kepulauan Nias (Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat)
- Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan
Sementara itu, hujan lebat juga berpotensi melanda:
- Medan, Langkat, Binjai, Deli Serdang, Karo, Simalungun, Samosir
- Serdang Bedagai, Pematang Siantar, Labuhanbatu Selatan
Baca Juga: Polda Banten Imbau Masyarakat Siaga Potensi Cuaca Ekstrem dan Aktivitas Anak Krakatau yang Meningkat
Imbauan Kewaspadaan
Dengan potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon 91S, warga Sumatera Utara diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB untuk menghindari risiko banjir susulan dan tanah longsor.