INSIBERNEWS — Di tengah kondisi medan yang nyaris tidak bisa dilalui kendaraan, prajurit Satgas Yonif 122/Tombak Sakti Kodam I/BB kembali menunjukkan keberanian dan kepedulian dengan menembus tiga desa yang terputus total akibat bencana alam di Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah.
Pada Selasa (2/12/2025), para prajurit memikul logistik sambil berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer menuju Desa Naga Timbul, Desa Mompang, dan Desa Mardame.
Perjalanan itu bukan perkara mudah. Prajurit harus melewati jalur licin, tebing curam, serta bekas longsor yang menutup hampir seluruh badan jalan.
Namun mereka tetap memanggul 196 sak beras, puluhan dus mi instan, air mineral, biskuit, dan pakaian layak pakai untuk dibagikan kepada warga di tiga desa yang belum tersentuh bantuan sama sekali sejak bencana melanda.
Kepala Desa Naga Timbul, Bakhtiar Lumban Tobing, mengungkapkan bahwa hampir 1.300 warganya bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas.
“Bantuan ini yang pertama kali masuk. Warga benar-benar menunggu karena persediaan makan tinggal sedikit,” ujarnya dengan nada haru.
Laporan serupa datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang hingga kini masih menanti suplai logistik. Keterisolasian wilayah membuat pasokan sembako tak bisa diangkut dengan kendaraan, sehingga satu-satunya cara adalah dipikul manual oleh prajurit TNI.
Menurut keterangan Satgas, titik terakhir yang masih dapat dijangkau kendaraan berada beberapa kilometer dari pemukiman warga.
Selebihnya, prajurit harus menyusuri jalur setapak, meniti pinggir jurang, dan melintasi aliran air yang meluap akibat curah hujan tinggi. Semua dilakukan demi memastikan bantuan tiba di tangan warga yang benar-benar membutuhkan.
Baca Juga: Rekrut WNI Pengangguran, BNN Bongkar Modus Dewi Astutik Buron Jaringan Narkoba Internasional
Satgas meminta tambahan suplai bantuan segera dikirim ke Pos Adiankoting agar proses pendorongan ke desa-desa terisolir dapat dilakukan lebih cepat. Bantuan akan diprioritaskan bagi para lansia, anak-anak, serta ibu-ibu yang kini tinggal di tempat pengungsian darurat.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan apresiasi atas dedikasi para prajurit yang bergerak tanpa mengenal waktu.