news

KTT G20: Kenapa Gibran Angkat 'Makan Gratis' Jadi Isu Geopolitik? Ini Dampak Nyata pada Petani Lokal.

Minggu, 23 November 2025 | 15:23 WIB
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20. (YouTube/Wakil Presiden RI)

INSIBERNEWS – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sukses mencuri perhatian dunia saat mewakili Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.

Di hadapan para pemimpin negara, Gibran tidak hanya membicarakan isu global, tetapi juga menancapkan sebuah program domestik sebagai investasi strategis masa depan bangsa: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan dan gizi anak telah naik kelas dari sekadar agenda sosial menjadi agenda geopolitik dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang fundamental.

Baca Juga: Soroti Isu Pemakzulan Gus Yahya, Cak Imin: Moga-moga Ada Keputusan yang Terbaik untuk NU

MBG: Mengubah Kebutuhan Dasar Menjadi Kekuatan Ekonomi

Mengawali pidatonya dengan mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan dalam memajukan ketahanan energi, air, dan pangan, Gibran segera menarik garis lurus ke Indonesia.

Baginya, ketahanan pangan adalah kebutuhan dasar yang tak bisa ditawar, jauh melampaui sekadar agenda ekonomi semata.

“Oleh karena itu, Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis,” tegas Gibran, dikutip dari siaran YouTube Wakil Presiden RI.

Pidato ini menegaskan visi pemerintah baru bahwa pemberian gizi bukan hanya upaya mengatasi kekurangan, melainkan upaya strategis untuk menciptakan SDM unggul.

Baca Juga: Respon Isu Pemakzulan, Gus Yahya Nilai Rapat Harian Syuriyah Tidak Bisa Berhentikan Ketum PBNU

Dampak Berlipat Ganda: dari Pangan ke Perekonomian Lokal

Namun, program MBG yang ambisius ini ternyata dirancang untuk memberikan dampak yang berlipat ganda (multiplier effect). Gibran menyebut, pelaksanaan program ini secara langsung:

• Mendorong penggunaan produk lokal secara masif.

• Memberdayakan petani dan peternak di seluruh pelosok negeri.

Halaman:

Tags

Terkini