INSIBERNEWS – Suasana haru bercampur lega mewarnai penertiban Pasar Barito yang berlangsung pada Senin pagi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar dan humanis.
"Kami sudah berikan surat peringatan secara bertahap, dari SP1 sampai SP3. Penertiban ini bukan tanpa pemberitahuan," ujar Pramono dengan nada bicara yang menenangkan. "Kami sangat mengedepankan sisi kemanusiaan. Alhamdulillah, semua berjalan baik sejak pukul lima pagi tadi."
Baca Juga: Soal Penyebar Meme Bahlil Lahadalia, Bahlil Sebut Sudah Maafkan Penyebar dan Stop Laporan
Pramono menambahkan, Pemprov DKI telah menyiapkan tempat relokasi yang lebih baik dan strategis bagi para pedagang. Lokasinya yang dekat dengan stasiun kereta api diharapkan dapat memudahkan akses bagi pembeli dan pedagang.
"Bagi pedagang yang belum sempat mengambil barang dagangannya, jangan khawatir. Kami sudah amankan dan bisa diambil kapan saja," jelasnya.
Tempat relokasi ini bukan sekadar tempat berjualan biasa. Pramono menjelaskan, area ini memiliki konsep yang lebih modern dan terintegrasi. Terdapat 125 kios yang dibagi menjadi beberapa zona, yaitu Zona A untuk kuliner (22 kios), Zona B berupa amphitheater dengan 70 kursi, Zona C dan D khusus untuk burung dan pakan hewan (74 kios), serta Zona E untuk parsel dan kuliner tambahan (29 kios).
Baca Juga: Vidi Aldiano Beri Dukungan Penuh untuk Raisa di Tengah Gugatan Cerai dan Kondisi Sang Ibu
Sebagai bentuk dukungan kepada para pedagang, Pemprov DKI memberikan insentif berupa sewa gratis selama enam bulan pertama.
"Ini adalah bentuk komitmen kami untuk membantu para pedagang Pasar Barito agar bisa kembali bangkit dan berjualan dengan nyaman," kata Pramono.
Pramono mengungkapkan, lokasi baru ini bahkan sudah menarik minat dari pedagang lain di luar Pasar Barito. Hal ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar di tempat tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Israel Tak Butuh Izin Siapa Pun Untuk Serang Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku
Dengan wajah berseri-seri, Pramono berharap Pasar Barito yang baru ini dapat menjadi ikon baru di Jakarta Barat, yang tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan modern bagi warga.
Penertiban Pasar Barito ini merupakan bagian dari program revitalisasi pasar tradisional yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pedagang dan pembeli. ***