INSIBERNEWS - Pemerintah kembali menegaskan tekadnya untuk menata ulang sistem angkutan barang di Indonesia. Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan, target ambisius pun dicanangkan — Indonesia harus mencapai kondisi Zero Over Dimension Over Load atau nol kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih pada tahun 2027.
Dirjen Hubdat Kemenhub, Aan Suhanan, menegaskan hal itu dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan” yang digelar di Surabaya, Jawa Timur.
Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari asosiasi transporter, pelaku logistik, hingga para sopir truk, untuk ikut mengawal misi besar ini.
“Saya ingin semua pihak berkomitmen bersama. Target Zero ODOL 2027 ini bukan lagi sekadar wacana, tapi harus diwujudkan. Arahan Presiden sudah jelas, keselamatan di jalan raya harus jadi prioritas utama,” ujar Aan, Jumat, 24 Oktober 2025.
Menurutnya, kendaraan ODOL menjadi salah satu penyumbang besar kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Setelah sepeda motor, truk bermuatan dan berdimensi berlebih menempati posisi kedua sebagai penyebab kecelakaan, dengan kontribusi sekitar 10 hingga 12 persen dari total kasus di jalan raya.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Langsung Lompat ke iPhone 20 pada 2027, Bakal Jadi Edisi Spesial 20 Tahun iPhone
Dampaknya pun tak berhenti di situ. Truk ODOL kerap merusak infrastruktur jalan, memperpendek umur kendaraan, menimbulkan kemacetan, bahkan meningkatkan emisi gas buang yang memperburuk kualitas udara.
“Kerugian negara akibat jalan yang cepat rusak karena truk ODOL nilainya tidak kecil. Setiap tahun, APBN harus menanggung beban pemeliharaan tambahan,” kata Aan.
Ia menegaskan, untuk menghapus praktik ODOL tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Diperlukan kolaborasi nyata lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha logistik, hingga pengguna jasa transportasi.
“Kita butuh kesadaran bersama. Kalau semua patuh, jalan akan lebih aman, kendaraan lebih awet, dan biaya logistik pun bisa ditekan,” jelasnya.
Kemenhub sendiri telah menyiapkan peta jalan menuju Zero ODOL 2027. Beberapa langkah yang sedang disiapkan antara lain pengawasan di jembatan timbang berbasis digital, penerapan weigh in motion di sejumlah titik strategis, serta peningkatan pengawasan terhadap karoseri yang memproduksi kendaraan barang.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengupayakan sistem insentif bagi perusahaan angkutan yang mematuhi aturan dimensi dan muatan.