Dengan hulu yang lemah, menurut Purbaya menjadi penyebab produksi minyak nasional menjadi terhambat.
“Saya kritik soal hulu, dia bilang mau mengembangkan hulu. Jadi, kalau lifting itu enggak mungkin naik lagi kalau enggak ada pertemuan ladang minyak baru karena ladang minyak kan setelah diproduksi pasti turun terus,” ujar Purbaya.
“Jadi kalau yang sekarang diakalin pun akan turun terus, enggak bisa naik. Jadi harus ada eksplorasi di hulu lagi. Kayaknya dia mau katanya. Enggak tahu mampu apa enggak,” imbuhnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Lula Saksikan Penandatanganan 8 Kerja Sama Strategis Indonesia–Brasil
Untuk target penguatannya, Purbaya tak bisa memastikan berapa jangka waktu yang diperlukan dan menyerahkan pada Pertamina.
“Mungkin dalam waktu, nggak tahu mungkin jangka menengah mereka. Tapi, dia pikir sih dia bisa masuk ke sektor hulu, gitu aja,” tambahnya.
Balasan Pertamina Usai Disebut Malas Bangun Kilang Minyak
Setelah ramai pernyataan Purbaya yang menyebut Pertamina malas membangun kilang baru, perusahaan minyak milik negara itu kemudian membeberkan bahwa saat ini tengah dalam proses membangn kilang minyak.
Pertamina bahkan mengklaim proyek pembangunan kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan tersebut sudah hampir selesai dikerjakan.
“Kilang di Balikpapan sedang dibangun, akan segera selesai,” ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono kepada wartawan di Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Menurut Agung, dengan tambahan kilang baru yang perkembangan pembangunannya sudah 96 persen itu, nantinya produksi minyak Pertamina akan bertambah dari 260 ribu barel per hari naik menjadi 360 ribu barel per hari. ***