INSIBERNEWS - Orang tua korban penamparan siswa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan kepala sekolah ke polisi.
Atas tindakan tersebut, warganet ramai menyayangkan sikap orang tua siswa yang dinilai justru tidak mendidik.
Insiden ini berawal dari aksi spontan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, yang emosinya terpancing dan menampar seorang siswa berinisial I karena kecewa dengan sikapnya.
Baca Juga: Tetap Setia, Dokter Kamelia Dampingi Ammar Zoni di Tengah Kasus Narkoba
Dini sendiri sudah mengakui tindakannya sebagai bentuk luapan emosi dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga.
“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, tapi tidak ada niat melakukan kekerasan,” ujarnya.
Banyak netizen berpendapat bahwa tindakan kepala sekolah seharusnya tidak langsung dibawa ke ranah hukum, sebab siswa yang ditampar terbukti melanggar aturan sekolah dengan merokok di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Respon Menlu Sugiono Soal Momen Bisik-bisik Prabowo ke Trump di KTT Mesir
Warganet menilai orang tua korban mestinya introspeksi dan menegur anaknya yang melakukan pelanggaran.
“Merokok di sekolah itu jelas dilarang! Berdasarkan Permendikbud No. 64 Tahun 2015, sekolah adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pelanggar bisa kena sanksi bahkan pidana sesuai UU Kesehatan Pasal 437 ayat 2,” tulis netizen lain yang mendukung tindakan kepala sekolah.
Adapun muncul unggahan yang menyerukan boikot terhadap siswa SMAN 1 Cimarga. Beberapa akun bahkan menulis seruan ekstrem agar para siswa dari sekolah tersebut diblokir masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dan perusahaan besar.
Baca Juga: Joji Akhirnya Comeback! Rilis Lagu Baru ‘Pixelated Kisses’ Usai Tiga Tahun Menghilang dari Publik
“630 siswa SMAN 1 Cimarga tolong di-blacklist masuk PTN! HRD juga tolong screening, jangan rekrut lulusan sekolah ini!” tulis salah satu warganet dengan nada emosional.
Seruan tersebut semakin memancing kemarahan warganet. Meski begitu, sebagian lainnya mencoba menenangkan situasi.