news

Update Tragedi Ponpes Al Khoziny: 39 Santri Tewas, 23 Masih Belum Ditemukan

Selasa, 7 Oktober 2025 | 09:24 WIB
Musala Ponpes Al-Khoziny yang Ambruk di Sidoarjo (Foto : Dok/MI)

INSIBERNEWS - Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, setelah musala tiga lantai di kompleks pesantren itu runtuh pada Senin sore, 29 September 2025.

Saat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, lebih dari seratus santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Dalam sekejap, suara takbir berganti dengan teriakan panik dan debu tebal yang menutupi seluruh area.

Baca Juga: Izin TikTok Akhirnya Dipulihkan, Komdigi Pastikan Pengawasan Platform Digital Diperketat

Bangunan yang ambruk diketahui masih dalam proses pembangunan. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya dugaan kegagalan struktur akibat pondasi yang tidak mampu menahan beban tambahan dari lantai atas. Menurut laporan, penambahan lantai tersebut dilakukan tanpa izin konstruksi resmi dari pemerintah daerah.

Hingga hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, dan ratusan relawan masih terus berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan.

Kondisi di lapangan terbilang sulit. Material bangunan yang rapuh dan tumpukan beton berat memperlambat proses pencarian, sementara risiko ambruk susulan masih mengintai di area sekitar lokasi.

Baca Juga: Animasi Asal Yogyakarta 'Kelly Si Kelinci' Tuai Pujian, Disebut Setara Kualitas Pixar

Pada Minggu malam, tim berhasil menemukan 11 jenazah tambahan. Dengan temuan itu, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 39 orang, sementara 23 lainnya masih dinyatakan hilang.

Tim masih berfokus membersihkan puing-puing di area lantai dasar, yang diperkirakan menjadi titik di mana sebagian besar santri terperangkap.

Untuk mempercepat proses identifikasi, pihak kepolisian bersama tim forensik menggunakan metode pencocokan DNA. Sampel dari jenazah yang ditemukan dikirim ke laboratorium di Jakarta.

Di sisi lain, puluhan keluarga korban masih menunggu dengan penuh harap di posko krisis Bhayangkara Surabaya, berharap kabar kepastian mengenai anak, saudara, atau kerabat mereka segera datang.

Baca Juga: Buntut Paparan Radioaktif Cesium 137, FDA Batasi Impor Udang dan Rempah dari Indonesia

Pemerintah pusat melalui BNPB turut turun tangan memberikan bantuan logistik, alat berat, serta perlengkapan keselamatan bagi tim evakuasi.

Selain itu, evaluasi terhadap sistem perizinan dan pengawasan pembangunan pesantren juga langsung dilakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan kejadian serupa tak terulang di lembaga pendidikan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini