news

Dilantik sebagai Dirjen Migas, Bahlil Minta Laode Sulaeman Percepat Reformasi Energi

Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:13 WIB
Momen pelantikan Laode Sulaeman (kiri) oleh Bahlil Lahadalia (kanan) sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas). (Instagram/kesdm)

INSIBERNEWS - Sempat kosong sejak Februari 2025, Laode Sulaeman resmi dilantik oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) baru.

"Saya melantik Dirjen Migas yang dalam beberapa bulan terakhir kosong, yaitu Pak Laode Sulaeman," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat 29 Agustus 2025.

Bukan tanpa alasan, Bahlil menunjuk Laode setelah riwayat panjang Laode di sektor migas dinilai menjadi bekal penting untuk mendukung program ketahanan dan swasembada energi yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Gelombang Investasi Baru: 1.690 Perusahaan Bangun Pabrik, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Ia juga diminta berkolaborasi dengan SKK Migas serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mempercepat proyek strategis migas.

Laode kemudian mendapatkan pesan khusus dari Bahlil untuk segera mendorong reformasi di bidang yang kerap menghambat percepatan, terutama dalam proses lelang wilayah kerja migas.

"Kemudian juga bagaimana bisa mempersiapkan mengalokasikan gas untuk domestik maupun market kita di luar negeri agar semua bisa berjalan,” imbuhnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Desak Aparat Hukum Lakukan Invesitgasi Secara Transparan Terhadap Tewasnya Affan Kurniawan

Sebelum dilantik, Laode menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas di Ditjen Migas sejak 2022.

Ia terpilih setelah melewati seleksi bersama empat kandidat lain, yakni Alimuddin Baso, Julian Ambassadur Shiddiq, Mirza Mahendra, dan Noor Arifin Muhammad.

Pelantikan ini mengakhiri kekosongan jabatan Dirjen Migas sejak Achmad Muchtasyar dinonaktifkan pada 10 Februari 2025 lalu.

Baca Juga: Denny Sumargo-Pasha Ungu Datangi Rumah Duka Affan Kurniawan, Doakan Ojol yang Jadi Korban Barakuda

Dengan pengisian posisi strategis ini, pemerintah berharap percepatan agenda energi nasional bisa kembali berjalan optimal.***

Tags

Terkini