INSIBERNEWS - Perubahan arah pasar keuangan global semakin terasa setelah tanda-tanda pelemahan inflasi dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat memicu spekulasi baru.
Jika sebelumnya suku bunga tinggi menjadi faktor dominan dalam menentukan pergerakan saham, kini investor mulai melihat peluang lebih besar untuk pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve dalam waktu dekat.
Baca Juga: Zelensky Tegaskan Ukraina Tak Akan Kalah di Tengah Perang dan Tekanan Diplomasi
Menurut laporan Piper Sandler, data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juli yang menunjukkan pelemahan, ditambah dengan laporan tenaga kerja yang kurang menggembirakan, telah mendorong sentimen pasar.
Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kini melonjak, dengan probabilitas lebih dari 90 persen bahwa pemangkasan sebesar 50 basis poin akan dilakukan pada September. Bahkan, banyak analis memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga bisa terjadi sebelum akhir tahun.
Baca Juga: Hamas Ajak Umat Muslim Padati Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dengan Pemukim Israel
Michael Kantrowitz, kepala strategi di Piper Sandler, menegaskan bahwa perubahan arah kebijakan moneter ini akan sangat berpengaruh terhadap perusahaan-perusahaan kecil.
“Perusahaan berkapitalisasi kecil cenderung membayar bunga yang lebih tinggi dan memiliki beban utang yang cukup besar untuk skala bisnis mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Impor Mobil CBU Juli 2025 Melonjak, BYD Jadi Raja Pasar dari China
Menurutnya, sebagian besar pendapatan perusahaan kecil habis untuk membayar beban bunga. Hal ini membuat mereka sangat rentan terhadap suku bunga tinggi, sehingga potensi penurunan biaya pinjaman dapat memberikan ruang napas baru bagi pertumbuhan bisnis.
“Bagi mereka, setiap penurunan bunga adalah kesempatan untuk bertahan lebih kuat,” tambah Kantrowitz.
Namun, bukan hanya sektor berkapitalisasi kecil yang akan merasakan dampaknya. Saham-saham dengan tingkat utang tinggi, baik di perusahaan besar maupun menengah, tetap menjadi yang paling terpapar. Ketika biaya pinjaman menurun, ruang ekspansi bisnis terbuka lebih luas karena arus kas perusahaan tidak lagi tersedot hanya untuk melunasi kewajiban bunga.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perang Lawan Tambang Ilegal, Pemerintah Bentuk Satgas Khusus
Ekspektasi terhadap perubahan kebijakan Fed juga membuat pasar saham bergerak lebih dinamis. Beberapa sektor yang sebelumnya tertahan, seperti properti dan teknologi, mulai menunjukkan sinyal kebangkitan karena lebih bergantung pada ketersediaan likuiditas dengan biaya rendah.