news

Hamas Ajak Umat Muslim Padati Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dengan Pemukim Israel

Senin, 25 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Masjid suci Al-Aqsa (Foto : Jakarta Islamic Center)

INSIBERNEWS - Situasi di Yerusalem kembali memanas setelah Hamas menyerukan kepada umat Muslim di Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk berbondong-bondong menuju Masjid Al-Aqsa.

Seruan itu datang menyusul meningkatnya ajakan dari kelompok pemukim Israel yang berencana memperbanyak penggerebekan di kompleks masjid yang dianggap suci oleh umat Islam tersebut.

Baca Juga: Tren Modifikasi Body Motor 2025: Dari Street Fighter sampai Retro Classic

Anggota biro politik Hamas, Haroun Nasser Al-Din, dalam pernyataannya pada Sabtu, menegaskan bahwa langkah para pemukim Israel itu adalah bentuk “eskalasi berbahaya” yang bisa memicu gelombang bentrokan baru antara Palestina dan Israel.

Menurutnya, Al-Aqsa adalah simbol keagamaan sekaligus identitas bangsa Palestina yang tidak boleh dibiarkan dalam keadaan rawan.

Ia memperingatkan para pemukim agar tidak mencoba memperluas serangan ke kompleks masjid, karena hal itu bisa menimbulkan reaksi keras dari rakyat Palestina.

Baca Juga: Impor Mobil CBU Juli 2025 Melonjak, BYD Jadi Raja Pasar dari China

"Umat Muslim tidak boleh meninggalkan Al-Aqsa dalam kondisi rentan. Kehadiran mereka di sana adalah bentuk perlindungan terhadap kesucian tempat ini," ujar Nasser Al-Din dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, Quds News Network melaporkan pada Minggu bahwa para pemukim Israel mulai melakukan tindakan provokatif dengan mengarahkan pengeras suara ke arah masjid untuk meredam suara azan Magrib.

Tindakan itu memicu kemarahan warga sekitar karena dianggap sebagai upaya merendahkan simbol ibadah umat Islam.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perang Lawan Tambang Ilegal, Pemerintah Bentuk Satgas Khusus

Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa pasukan Israel memutus aliran listrik ke kawasan Kota Tua Yerusalem. Langkah itu diduga sebagai persiapan sebelum kelompok pemukim melakukan penyerbuan ke Masjid Al-Buraq, salah satu bangunan bersejarah yang berada dalam kompleks Al-Aqsa.

Tindakan pemutusan listrik dan pengerahan aparat keamanan semakin mempertegas ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut. Warga Palestina menilai langkah ini bukan hanya bentuk provokasi, tetapi juga strategi untuk melemahkan akses umat Islam ke tempat-tempat ibadah mereka.

Baca Juga: BI Siapkan QRIS Lintas Negara dengan China, Ditargetkan Meluncur Akhir 2025

Halaman:

Tags

Terkini