news

Prabowo Targetkan Danantara Setor Rp808 Triliun per Tahun, APBN Bisa Bebas Defisit

Selasa, 19 Agustus 2025 | 08:43 WIB
Prabowo Targetkan Danantara Setor Rp808 Triliun per Tahun (Istimewa )

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui kontribusi besar dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dalam pidato penyampaian Rancangan APBN 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025), ia meminta Danantara mampu menyumbang setoran hingga USD50 miliar per tahun atau sekitar Rp808 triliun.

Baca Juga: Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Hari Ini, BMKG Ingatkan Warga Siapkan Payung

Menurut Prabowo, angka setoran sebesar itu bukan hanya target, melainkan kunci untuk membawa APBN keluar dari kondisi defisit. Ia menilai, jika Danantara bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa dikelola dengan benar, maka kontribusinya terhadap keuangan negara akan sangat signifikan.

"Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita minimal USD50 miliar. Kalau itu tercapai, APBN kita tidak akan defisit lagi, saudara-saudara sekalian," tegas Prabowo.

Baca Juga: Ronald Tannur Tersangka Pembunuhan Dini Sera Terima Remisi 4 Bulan di Momen HUT RI ke-80

Lebih lanjut, Prabowo menugaskan Danantara untuk melakukan pembenahan serius terhadap BUMN-BUMN yang selama ini dianggap kurang sehat secara bisnis. Ia ingin model bisnis BUMN ke depan lebih profesional, transparan, dan menghasilkan keuntungan nyata bagi negara, bukan justru menjadi beban.

Instruksi ini sejalan dengan visi pemerintahannya yang berfokus pada kemandirian ekonomi dan pengelolaan aset negara yang lebih optimal.

Prabowo menekankan, BUMN seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus mesin pemasukan, bukan sekadar institusi yang membutuhkan suntikan dana negara.

Baca Juga: Ribuan Warga Janjikan Demo Ke-2 Lebih Besar, Desak DPRD Segera Turunkan Bupati Sudewo

Ekonom menilai target USD50 miliar per tahun memang ambisius, tetapi bukan mustahil jika strategi investasi Danantara bisa tepat sasaran. Dengan aset negara yang besar, peran sovereign wealth fund seperti Danantara menjadi krusial dalam mendatangkan keuntungan jangka panjang.

Selain soal setoran, Prabowo juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang bersih dan akuntabel. Ia mengisyaratkan bahwa tanpa perbaikan sistem pengawasan dan transparansi, target besar yang ditetapkan hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Baca Juga: Puan Tegaskan Tak Ada Kenaikan Gaji DPR, Hanya Tunjangan Perumahan Gantikan Rumdin

Pidato Presiden ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mendorong BUMN keluar dari zona nyaman. Dengan target Rp808 triliun per tahun dari Danantara, publik kini menanti langkah nyata seperti reformasi manajemen, restrukturisasi perusahaan pelat merah, hingga strategi investasi yang berani namun terukur.

Tags

Terkini