INSIBERNEWS - Isu kebocoran data warga Jawa Barat yang beredar di media sosial membuat sebagian masyarakat khawatir. Pasalnya, sebuah akun anonim mengunggah klaim telah mendapatkan data pribadi warga Jabar dan menyebut sumbernya berasal dari sistem Pemprov Jabar.
Namun, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan klaim tersebut tidak benar. Menurutnya, data yang disebut bocor sama sekali bukan dari server resmi Pemprov. Ia menduga ada pihak yang sengaja menggunakan nama dan logo instansi untuk menipu publik.
Baca Juga: IVE Tampil di Lollapalooza Paris 2025, Tangan An Yujin Jadi Sorotan, Simak Alasannya!
“Saya sudah mendapat laporan langsung dari Kadiskominfo. Hasil pengecekan memastikan tidak ada kebocoran data resmi dari Pemprov, termasuk yang ditampilkan di screenshot itu. Logo Pemprov dan Biro Pemotda dipakai tanpa izin,” tegas Erwan di Bandung, Selasa (29/7/2025).
Erwan menyebut akun yang mengaku menjual data warga Jabar hanyalah pihak tak bertanggung jawab. Ia memastikan tidak ada serangan peretasan terhadap sistem resmi Pemprov.
“Ini murni manipulasi identitas Pemprov untuk menipu masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Billie Eilish Kembali Suarakan Dukungan untuk Palestina di Instagram!
Ia juga memastikan tim keamanan siber Pemprov Jabar tetap siaga memantau situasi. Pemprov bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melacak pelaku.
“Jadi warga tidak perlu panik. Sistem kami aman, tidak ada data yang bocor. Kami sudah bekerja sama dengan Ditsiber Polda Jabar dan berharap pelaku bisa segera terungkap,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan soal evaluasi sistem keamanan, Erwan mengatakan langkah itu belum diperlukan. Alasannya, tidak ada bukti nyata bahwa sistem Pemprov mengalami kebocoran.
“Tidak ada evaluasi khusus karena klaim ini tidak berdasar. Sistem kami masih aman,” jelasnya.
Baca Juga: Badai Eks Kerispatih Layangkan Somasi ke Label Musik, Protes Namanya Tak Dicantumkan
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar, juga menepis kabar tersebut. Ia merespons unggahan akun bernama DigitalGhostt yang menyebut telah membocorkan data warga Jabar di forum gelap.
“Hasil penelusuran kami menunjukkan klaim itu tidak benar. Data Pemprov Jabar tidak bocor,” tegas Adi.