news

Laporan Kasus ODGJ Meningkat di Bekasi, Relawan Sosial Bergerak Aktif Siang dan Malam

Sabtu, 12 Juli 2025 | 12:42 WIB
Ilustrasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (Istimewa)

INSIBERNEWS – Kehadiran Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di berbagai wilayah Kota Bekasi semakin meningkat hingga menjadi perhatian warga.

Dalam sepekan terakhir, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) mencatat adanya dua hingga tiga aduan harian terkait individu dengan gangguan kejiwaan yang dianggap mengganggu ketertiban lingkungan.

Ketua IPSM Kota Bekasi, Mat Rais Dhani, menyebut bahwa para relawan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) kini makin intens turun ke lapangan untuk memberikan penanganan langsung.

Baca Juga: Intip Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI yang Sukses Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar

Menurutnya, kasus ODGJ kini menjadi salah satu persoalan sosial yang paling sering mereka tangani.

"Selama masyarakat membutuhkan bantuan, kami siap bergerak. Untuk saat ini, kasus ODGJ mendominasi laporan yang kami terima," ungkap Rais saat acara peringatan 50 tahun PSM di Plaza Pemkot Bekasi pada Selasa, 8 Juli 2025.

Untuk penanganan lebih lanjut, PSM rutin bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), puskesmas, serta aparatur lingkungan seperti RT dan RW.

Baca Juga: Misteri Kematian Arya Daru, Polisi Ungkap Fakta Baru Soal CCTV dan Autopsi

Dalam kondisi tertentu, relawan bahkan turut mengantar pasien ke rumah sakit jiwa di Bogor, Jatisampurna, dan Grogol. Tak jarang mereka juga membantu menyediakan kebutuhan dasar seperti vitamin dan suplemen bagi pasien.

"Kami selalu siap, kapan pun dibutuhkan. Pendampingan ke rumah sakit dan bantuan kebutuhan pasien kami lakukan dengan sepenuh hati," tambahnya.

Meskipun tidak menerima gaji, para relawan tetap menjalankan tugas dengan penuh komitmen.

Baca Juga: Han So Hee Bakal Gelar Fanmeet di Jakarta Oktober Ini, Siap-Siap Serbu Tiketnya!

Rais menegaskan bahwa PSM adalah mitra resmi pemerintah yang bekerja di bawah koordinasi Dinsos.

Saat ini, sekitar 250 relawan tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Bekasi.

“Mereka bekerja bukan karena upah, tapi karena kepedulian. Ini adalah kerja sosial yang lahir dari hati,” ucap Rais dengan bangga.

Baca Juga: Han So Hee Bakal Gelar Fanmeet di Jakarta Oktober Ini, Siap-Siap Serbu Tiketnya!

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kota Bekasi kepada para pekerja sosial.

Namun, ia berharap ada perhatian lebih, terutama dalam bentuk peningkatan anggaran dan pelatihan agar penanganan ODGJ bisa dilakukan secara lebih sistematis dan profesional.

Meningkatnya jumlah laporan ODGJ di wilayah perkotaan seperti Bekasi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan hidup, pengangguran, kemiskinan, hingga kurangnya akses terhadap layanan kesehatan mental.

Baca Juga: Prabowo Berencana Temui Trump Langsung, Bahas Negosiasi Tarif Impor Dagang dengan Indonesia

Pandemi COVID-19 juga meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis masyarakat, dengan banyak individu mengalami stres berat, kehilangan pekerjaan, dan krisis keluarga.

Selain itu, rendahnya tingkat literasi kesehatan mental serta stigma sosial yang masih kuat membuat banyak orang enggan mencari bantuan profesional sejak dini.

Akibatnya, kondisi gangguan jiwa sering kali memburuk tanpa penanganan tepat.

Baca Juga: Penerima Bansos yang Ketahuan Main Judi Online bakal Dicoret Datanya oleh Pemerintah usai Temuan Deposit Judol yang Tembus Rp957 Miliar

Pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam mendorong upaya preventif, edukasi kesehatan mental, dan peningkatan kapasitas layanan sosial agar kasus serupa tidak terus meningkat di kemudian hari.

Untuk membantu menanggulangi dan mencegah lonjakan kasus ODGJ, masyarakat dapat turut berperan melalui beberapa hal berikut:

1. Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental
Mengikuti sosialisasi atau pelatihan dasar tentang gangguan kejiwaan agar lebih memahami ciri-ciri awal dan penanganan pertama yang tepat.

Baca Juga: Geger! Diduga Pegawai Kemendagri, Polisi Selidiki Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung


2. Menghilangkan Stigma
Bersikap lebih terbuka dan empatik terhadap penderita gangguan jiwa. Dukungan sosial yang positif dapat mempercepat proses pemulihan.


3. Melapor Secara Tepat
Jika menemukan ODGJ yang membahayakan diri atau lingkungan, segera laporkan ke PSM atau instansi terkait, bukan malah mengusir atau mempermalukan mereka.


4. Mendorong Pemeriksaan Dini
Keluarga yang melihat gejala awal gangguan jiwa sebaiknya segera membawa anggota keluarga ke layanan kesehatan mental, seperti puskesmas atau rumah sakit jiwa.

Baca Juga: Viral! Jalan Rusak di Donggala buat Jenazah Tenaga Kesehatan Terpaksa Dibawa Naik Motor

Tags

Terkini