news

Kasat Narkoba Nunukan dan Tiga Anggota Polisi Diciduk, Diduga Selundupkan Sabu di Perbatasan

Kamis, 10 Juli 2025 | 18:23 WIB
Ilustrasi narkoba (Istimewa )

INSIBERNEWS - Ironi kembali mencoreng wajah kepolisian Indonesia. Empat anggota Polres Nunukan, Kalimantan Utara, termasuk salah satu perwira menengah, ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba jenis sabu.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Divisi Propam Mabes Polri, di kawasan Aji Kuning, Pulau Sebatik, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, pada Rabu (9/7/2025).

Baca Juga: Dari Palu ke Seoul: Abdy Azwar Buktikan Mimpi Jurnalis Indonesia Bisa Tembus Layar Global

Salah satu dari keempat oknum yang ditangkap bukan orang sembarangan—yakni Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Nunukan sendiri, Iptu SH.

Ia bersama tiga anggota lainnya kini ditahan untuk pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran sabu di kawasan perbatasan.

Baca Juga: Hasto Klaim Dikriminalisasi karena Tolak Timnas Israel, Tegaskan Tak Akan Mundur

“Lundup sabu,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso saat dikonfirmasi, Kamis (10/7).

Brigjen Eko menegaskan bahwa semua pelaku adalah personel aktif di kepolisian dan tidak ada keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.

“Empat personel, polisi semua,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Siap Sambut Ratusan Pebisnis Brasil, Buka Pintu Lebar untuk Investasi di RI

Hingga kini, pihak Mabes Polri masih menahan diri untuk mengungkap lebih jauh jumlah sabu yang diamankan ataupun kronologi penangkapan secara detail.

Namun Eko memastikan bahwa operasi ini merupakan hasil dari pengembangan kasus sebelumnya yang diduga melibatkan jaringan besar yang beroperasi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia—wilayah yang memang kerap menjadi titik rawan penyelundupan barang haram tersebut.

Baca Juga: Prabowo Ajak Lula Rayakan Ulang Tahun Bareng di Jakarta, Usai Hadiri KTT BRICS di Brasil

“Penangkapan ini hasil kerja sama antara tim narkoba Bareskrim dengan Propam Mabes. Kolaborasi ini penting agar pengawasan internal bisa lebih kuat,” tambah Eko.

Halaman:

Tags

Terkini