INSIBERNEWS – Fenomena serangga unik bernama Lovebug (Plecia nearctica) tengah menjadi momok baru bagi warga Korea Selatan, khususnya di wilayah Seoul dan sekitarnya. Dijuluki “kumbang cinta” karena selalu terlihat berpasangan, serangga ini meledak populasinya secara drastis.
Dalam sebulan terakhir, lebih dari 3.200 laporan gangguan tercatat oleh Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil Korea, lonjakan mencengangkan dibanding bulan sebelumnya yang hanya mencatat 45 keluhan.
Dengan angka aduan yang meningkat hingga 70 kali lipat, Lovebug bahkan menggeser mayfly sebagai serangga pengganggu utama.
Baca Juga: Tom Lembong Beberkan Awal Mula Impor Gula, Mengaku Dapat Arahan Langsung dari Presiden Jokowi
Warga mengeluhkan rasa jijik, pandangan yang terganggu, hingga mendesak pemerintah melakukan penyemprotan massal.
Padahal, Lovebug bukan spesies asli Korea. Mereka berasal dari kawasan tropis dan subtropis seperti Jepang, Tiongkok, dan Taiwan.
Namun perubahan iklim ekstrem dan banjir yang kerap melanda kawasan asal mendorong migrasi besar-besaran ke wilayah Korea.
Baca Juga: Fenomena Padel: Olahraga Modern yang Kian Digandrungi Artis Indonesia
Sejak kemunculan masif pertama di Seoul pada 2022, populasi mereka terus meningkat tiap tahunnya.
Meski tidak beracun dan tidak menyebarkan penyakit, Lovebug dikenal menyulitkan karena kecenderungan mereka terbang ke arah manusia dan sumber cahaya terang.
Dengan usia hidup yang hanya beberapa hari—sekitar 3–5 hari untuk jantan dan 7 hari untuk betina, Lovebug berkembang biak sangat cepat, terutama di tanah lembap dan saat suhu tinggi.
Baca Juga: Rapat di DPR: Menlu Sugiono Kecam Serangan Israel ke Iran, Langgar Kedaulatan dan Ancam Keamanan Global
Tak hanya mengganggu secara fisik dan visual, Lovebug juga bisa menimbulkan kerugian materi. Cairan tubuhnya mengandung zat asam yang bisa merusak cat kendaraan jika tidak segera dibersihkan. Mereka juga sering ditemukan menempel di kaca jendela, lampu, hingga bodi mobil.
Salah satu fakta unik Lovebug adalah perilaku kawin mereka yang luar biasa “mesra”—sepasang jantan dan betina akan tetap saling menempel selama proses kawin yang berlangsung berjam-jam, bahkan bisa mencapai lebih dari 24 jam.
Selama waktu itu, mereka tetap terbang atau berjalan bersama dalam keadaan terhubung, seolah tak terpisahkan. Fenomena ini menjadi asal mula julukan "Lovebug".
Baca Juga: Aksi Premanisme di Proyek Lotte Chemical Cilegon Digagalkan, Polda Banten Ciduk 7 Pelaku
Uniknya lagi, saat jantan mati lebih dulu setelah kawin, tubuh betina sering kali tetap membawanya dalam keadaan terhubung hingga ia sendiri mati.
Tingkat “kesetiaan” ini membuat Lovebug sering dijadikan metafora cinta sejati di dunia serangga, walau dalam praktiknya, justru jadi sumber stres warga yang melihat ratusan pasang beterbangan sekaligus.
Meski tekanan publik terhadap otoritas untuk menyemprot Lovebug semakin tinggi, para ilmuwan mengingatkan bahaya dari tindakan gegabah.
Baca Juga: David Fincher Dirumorkan Bakal Sutradarai 'Squid Game' Versi Amerika, Beneran?
Prof. Lee Dong Gyu dari Universitas Kosin menyebut bahwa Lovebug sejatinya termasuk serangga bermanfaat.
Mereka menjadi bagian penting dalam rantai makanan sebagai santapan alami bagi predator seperti laba-laba dan belalang sembah.
"Kalau kita menyemprot dengan pestisida sembarangan, predator alami mereka bisa ikut mati. Akibatnya, jumlah Lovebug bisa justru makin tidak terkendali," jelas Prof. Lee.
Baca Juga: Digoreng Netizen Usai Dapat Hak Asuh Anak, Begini Tanggapan Baim Wong
Adapun berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan Lovebug:
Lovebug sangat tertarik pada cahaya terang, terutama lampu putih. Gunakan lampu berwarna kuning atau oranye (lampu sodium) di luar rumah.
Kamu juga bisa matikan lampu luar saat tidak dibutuhkan, terutama saat puncak musim kemunculan mereka. Gunakan tirai atau kaca film untuk mengurangi cahaya keluar dari dalam rumah.
Cuci mobil sesegera mungkin setelah terkena serangga ini. Oleskan wax pelindung pada bodi kendaraan untuk mempermudah pembersihan. Gunakan pelindung grill atau jaring halus pada bagian depan mobil saat berkendara jarak jauh.
Campurkan air hangat dengan sedikit sabun cuci piring ke dalam botol semprot.
Semprotkan langsung ke kelompok lovebug, ini akan melumpuhkan mereka secara alami tanpa bahan kimia berbahaya. Ulangi secara rutin pagi dan sore hari saat mereka aktif.
Baca Juga: Ekshumasi Mahasiswa Unila yang Tewas Usai Diksar, Polda Lampung Cari Titik Terang Kematian Pratama