news

Iran Serang Pangkalan AS di Qatar, Trump Sebut Kerusakan Minim dan Serukan Perdamaian

Selasa, 24 Juni 2025 | 09:12 WIB
Iran Serang Pangkalan AS di Qatar (Foto : Anadolu)

INSIBERNEWS - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah Teheran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar pada Senin, 23 Juni 2025. Aksi militer ini disebut sebagai balasan langsung atas serangan sebelumnya dari Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.

Baca Juga: Sering Berkeringat Meski Tak Panas? Waspadai Penyebab-Penyebab Ini

Meski bersifat ofensif, Iran disebut telah memberikan pemberitahuan sebelumnya mengenai serangan rudal tersebut. Langkah itu diambil untuk meminimalkan korban jiwa dan menunjukkan bahwa operasi tersebut lebih merupakan aksi balasan simbolis daripada upaya memperluas konflik.

Baca Juga: Bawa 1 Kg Sabu, Dua Pria Diciduk Polisi di Cengkareng Saat Hendak Edarkan ke Jawa Timur

Presiden AS Donald Trump merespons serangan itu dengan nada yang mengejutkan banyak pihak: ia menyerukan perdamaian. Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyebut bahwa Iran tampaknya sengaja menahan diri dan menunjukkan keinginan untuk menurunkan tensi konflik.

“Tidak ada warga Amerika yang terluka atau tewas. Mungkin ini saatnya Iran melangkah ke arah perdamaian dan harmoni di kawasan. Saya akan mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama,” tulis Trump.

Baca Juga: Iran Bantah Sepakat Damai, Araghchi: Gencatan Senjata Baru Akan Dipertimbangkan Jika Israel Berhenti Menyerang

Trump juga membeberkan bahwa dari 14 rudal yang diluncurkan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid—pangkalan militer terbesar milik AS di Timur Tengah—sebanyak 13 rudal berhasil digagalkan. Hanya satu yang jatuh di dekat fasilitas, dan kerusakan dilaporkan sangat minim.

Baca Juga: Trump Minta Bantuan Qatar Rayu Iran Setujui Gencatan Senjata Usai Serangan Balasan

Serangan ini, meskipun mengejutkan, bisa jadi merupakan momen penting dalam dinamika konflik AS-Iran. Pejabat dari Teheran memberikan sinyal bahwa mereka tidak ingin membawa situasi ke arah perang terbuka, melainkan sekadar menunjukkan reaksi atas aksi militer yang mereka anggap provokatif.

Dengan tidak adanya korban jiwa dan komunikasi yang menunjukkan kehati-hatian dari kedua belah pihak, peluang untuk deeskalasi konflik kini terbuka. Meski demikian, para pengamat memperingatkan bahwa situasi tetap rapuh dan bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung langkah diplomatik berikutnya.

Baca Juga: Trump Umumkan Iran-Israel Sepakati Gencatan Senjata, Konflik Berakhir?

Tags

Terkini