INSIBERNEWS - Sebuah kisah cinta yang kelam terungkap di Kota Jambi. Robi Hidayat (23), pemuda asal Indragiri Hilir, Riau, ditemukan tewas mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Jelutung pada Senin malam, 16 Juni 2025. Kematian tragisnya terkuak setelah polisi mengungkap fakta mengejutkan: Robi diracun oleh kekasihnya sendiri.
Baca Juga: Trump Gelar Rapat Darurat Bahas Iran-Israel, AS Siap Turun Tangan?
Pelaku, Anggi Febriyandi (20), juga berasal dari Indragiri Hilir, berhasil ditangkap hanya dalam waktu 24 jam setelah kejadian.
"Pelaku sudah mengakui perbuatannya," ungkap Kasat Reskrim Kompol Hendra Wijaya Manurung dalam konferensi pers Selasa pagi, 17 Juni 2025, menegaskan keterlibatan Anggi dalam kematian Robi.
"Dia mengaku mencampurkan sianida ke dalam kopi yang diminum korban."
Baca Juga: Satu Grup dengan Malaysia di Piala AFF U23 2025, Ini Respon Pemain Timnas Indonesia: Saya Sudah....
Hubungan asmara sesama jenis antara Robi dan Anggi yang telah terjalin selama empat tahun ternyata menyimpan luka dan ketegangan.
Kecurigaan perselingkuhan yang menghantui Anggi memicu amarah dan dendam yang membara. Sejak 11 Juni, Anggi merencanakan pembunuhan keji ini. Ia memesan sianida secara online dan menerimanya tepat pada hari kejadian.
Malam itu, Anggi menghubungi Robi dengan dalih memberikan "obat kuat." Dengan licik, ia menyuguhkan secangkir kopi yang telah terkontaminasi sianida.
Tanpa curiga, Robi meminum kopi tersebut. Beberapa menit kemudian, ia mengalami kejang hebat dan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan. Kejadian inilah yang kemudian mengungkap misteri kematian Robi.
Baca Juga: Piala AFF U23 2025 Segera Dimulai, Ini Pembagian Grup yang Diundi di Bali
Polisi kini tengah mendalami motif psikologis Anggi yang terdorong melakukan tindakan ekstrem tersebut.
"Kami masih menyelidiki lebih lanjut, termasuk asal-usul pembelian sianida secara online," tambah Kompol Hendra. Kasus ini menyoroti betapa rumit dan rawannya hubungan asmara, terutama ketika dibumbui rasa cemburu dan dendam yang tak terkendali.