news

Ternyata Bukan Pulau Gag, Wilayah Pulau Geopark Raja Ampat Terancam oleh Dua Perusahaan Ini!

Minggu, 8 Juni 2025 | 12:46 WIB
Ternyata Bukan Pulau Gag, Pulau Geopark Raja Ampat Terancam oleh Dua Perusahaan Ini! (Antara )

INSIBERNEWS, SORONG - Ramai soal isu kerusakan lingkungan di Raja Ampat bukan berasal dari operasi PT Gag Nikel di Pulau Gag, melainkan dari dua perusahaan pemegang izin tambang baru di kawasan suaka alam perairan.

Ditegaskan oleh Paul Finsen Mayor, Anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, bahwa sorotan seharusnya tertuju pada PT Mulia Raymond Perkasa di Pulau Manyefun dan Batang Pele, serta PT Anugerah Pertiwi Indotama di Kepulauan Paam.

“Kunjungan Menteri ESDM ke Pulau Gag salah sasaran. Izin baru yang menimbulkan protes masyarakat justru berada di Manyefun, Batang Pele, dan Paam.” ujar Paul.

Baca Juga: Tanggapi Video Pencemaran Pulau Gag, Gubernur Papua Barat Daya: Itu Hoax

Menurutnya, kedua perusahaan ini mendapatkan IUP tanpa kajian publik yang memadai, memicu kekhawatiran akan kerusakan terumbu karang dan gangguan pada ekosistem laut.

Adapun berdasarkan peta wilayah, Batang Pele dan Manyefun hanya berjarak sekitar 29 km dari ikon wisata Pianemo. Jarak pendek ini mengancam keberlanjutan pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi lokal.

Di lapangan, pemandu wisata Patrick Nathanael Lintamoni menambahkan Pulau Yevnabi “cleaning station” ikan pari manta dan habitat bayi manta serta paus sperma hanya 15 km dari Batang Pele.

Baca Juga: Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 116 Dunia, Lampaui Malaysia di Ranking FIFA

Ia mendesak pemerintah memastikan perlindungan habitat dan kelestarian geopark, bukan sekadar mengalihkan perhatian ke Pulau Gag.

“Kondisi lima pulau suaka alam Manyefun, Waisilip, Bianci, Mutus, dan Nyos Manggara masih terjaga, tapi siapa yang menjamin kalau tambang mulai bergerak?” ujar Patrick.

Raja Ampat menyandang status UNESCO Global Geopark dan Kawasan Konservasi Perairan Nasional, dengan 70 % spesies karang dunia berada di kawasan ini.

Baca Juga: Ganda Putra Jadi Tumpuan Terakhir Indonesia di Indonesia Open 2025

Masyarakat berharap Kementerian ESDM segera meninjau ulang IUP PT Mulia Raymond Perkasa dan PT Anugerah Pertiwi Indotama demi menjamin pariwisata berkelanjutan dan perlindungan lingkungan.

Tags

Terkini