INSIBERNEWS - Ehsan Bagheri yang merupakan hakim pengadilan pidana di kawasan Kota Shiraz, Provinsi Fars, Iran, tewas dibunuh saat berangkat kerja, pada Selasa, 27 Mei 2025, pagi waktu setempat.
Berdasarkan keterangan dari kantor berita yang dikelola otoritas kehakiman Iran, Mizan Online menyebut pelaku pembunuhan Ehsan Bahgeri diyakini terdiri atas dua orang tak dikenal, dan berhasil kabur usai menjalankan aksinya.
"Pagi ini, dua orang menyerang dan membunuh hakim Ehsan Bagheri, kepala Pengadilan Pidana 2 Cabang 102 di Shiraz, saat dia sedang dalam perjalanan ke kantor," ungkap Mizan Online sebagaimana dilansir dari channelstv.com, pada Selasa, 24 Mei 2025.
Baca Juga: Usai Lepas Status Lajang, Luna Maya Kini 'Serah Terima' Jabatan Ketua Jomblo ke Raline Shah
Terkait kasus ini, otoritas kehakiman Iran menyebut pembunuhan ini sebagai 'aksi teroris'.
"Sangat disayangkan, sebagai akibat dari aksi teroris ini, dia (Ehsan Bagheri) menjadi korban," sebut Mizan Online dalam laporannya.
Berdasarkan laporan yang beredar, Ehsan Bagheri memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam peradilan dan merupakan warga asli Provinsi Fars, yang ibu kotanya, Shiraz, terletak sekitar 900 kilometer sebelah selatan Teheran.
Baca Juga: MK Putuskan Sekolah Swasta Juga Harus Sediakan Pendidikan Dasar Gratis Secara Bertahap
Terkait berita meninggalnya Ehsan Bagheri, beredar pula dugaan bahwa ia tewas ditikam saat dalam perjalanan ke kantornya.
Insiden yang menewaskan hakim berusia 38 tahun itu, membuat sejumlah otoritas Pengadilan Revolusioner Iran menyayangkan terkait tidak adanya pengawasan ketat terhadap hakim terkemuka itu.
Kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei diketahui telah memerintahkan penyelidikan khusus atas pembunuhan hakim Bagheri.
Baca Juga: Jadwal Lengkap OSN 2025 untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA
Ehsan diketahui terakhir bertugas sebagai jaksa dan penyidik di Pengadilan Revolusioner Iran di beberapa kota, termasuk Shiraz, sebelum ditunjuk untuk memimpin Pengadilan Pidana Cabang 102.
Pengadilan Revolusioner Iran itu biasa menangani kasus-kasus keamanan dan penyelundupan narkoba.***