news

Anggaran Pendidikan Naik, Pemerintah Fokus Perbaiki Sekolah hingga Siapkan SDM Siap Kerja

Kamis, 22 Mei 2025 | 07:50 WIB
Sri Mulyani - Menteri Keuangan Indonesia (Instagram @smindrawati)

INSIBERNEWS - Pemerintah berencana meningkatkan alokasi anggaran pendidikan secara signifikan dalam RAPBN 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa dana pendidikan tahun depan akan berada di kisaran Rp727 triliun hingga Rp761 triliun, naik dari alokasi tahun ini sebesar Rp724,3 triliun.

Rencana ini dipaparkan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-18 yang membahas arah kebijakan fiskal dan ekonomi makro tahun depan.

Baca Juga: Hadiri Indonesian Petroleum Association, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Mau Lagi Bergantung Impor Energi

Sri Mulyani menekankan bahwa peningkatan ini bukan sekadar soal nominal, tapi tentang memperkuat sistem pendidikan nasional agar mampu bersaing di era global.

Pemerintah menargetkan peningkatan mutu pendidikan melalui pembangunan sekolah unggulan dan sekolah rakyat, perbaikan infrastruktur di semua jenjang, serta mendorong angka partisipasi dari PAUD hingga perguruan tinggi.

Baca Juga: Warga Cirebon Keluhkan Jalan Rusak, DPRD Desak Dedi Mulyadi Kembalikan Anggaran yang Kena Efisiensi

Tak hanya itu, perhatian besar juga diberikan pada peningkatan kualitas guru dan penguatan pendidikan vokasi. Pemerintah ingin memastikan lulusan pendidikan siap masuk ke dunia kerja dan tidak terjebak dalam pengangguran struktural.

“Pendidikan vokasi akan terus diselaraskan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Baku Tembak di Lampung, Polisi Tewaskan Pencuri Mobil yang Nekat Lawan Saat Ditangkap

Anggaran pendidikan 2026 akan terbagi ke dalam tiga skema utama. Pertama, belanja pemerintah pusat sebesar Rp297,2 triliun akan digunakan untuk program-program seperti PIP, KIP Kuliah, tunjangan profesi guru non-PNS, serta penguatan kurikulum.

Kedua, transfer ke daerah sebesar Rp347,1 triliun dialokasikan untuk dana BOS, tunjangan guru PNS dan PPPK, serta DAK yang diarahkan pada revitalisasi fasilitas belajar. Terakhir, komponen pembiayaan sebesar Rp80 triliun akan digelontorkan untuk beasiswa LPDP, riset pendidikan, dan kerja sama antar-lembaga.

Baca Juga: Elon Musk Tegaskan Masih Betah Pimpin Tesla: Kalau Saya Meninggal, Baru Mundur

Pendidikan sendiri menjadi salah satu dari delapan strategi prioritas nasional dalam RAPBN 2026. Strategi lainnya mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan kesehatan, pengembangan desa, dukungan untuk UMKM dan koperasi, pertahanan negara, serta percepatan investasi dan ekspor.

Baca Juga: Soroti Peluang Besar Investasi Energi, Prabowo Ungkap Danantara Siap Dukung Proyek Strategis

Halaman:

Tags

Terkini