news

Ngaku Anggota Ormas, 28 Preman Ditangkap di Jakarta Pusat Gara-Gara Paksa Uang Parkir

Selasa, 13 Mei 2025 | 08:10 WIB
Ilustrasi Premanisme (Foto : iStochphoto)

INSIBERNEWS - Polisi kembali menunjukkan ketegasan dalam menindak praktik premanisme yang meresahkan warga Ibu Kota. Kali ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan 28 orang preman yang berkedok sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas).

Mereka diamankan dalam rangkaian Operasi Berantas Jaya 2025 yang digelar di sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta Pusat.

Baca Juga: 8.000 Karyawan Panasonic di Indonesia Terancam PHK Terkena Efek Efisiensi Global

Para pelaku ini kerap berkeliaran di area publik seperti pasar, pertokoan, dan lahan parkir. Modus yang mereka gunakan adalah memaksa pemilik kendaraan membayar uang parkir dengan nominal tak wajar, antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu. Jumlah ini jelas melampaui tarif resmi dan dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas.

Baca Juga: Ikut Menjadi Korban, Pelaku UMKM Ini Ngaku Kena Tipu Aldy Maldini

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Tommy N. Samosir, mengatakan dari hasil penyelidikan, sembilan orang dari 28 pelaku yang diamankan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terbukti melakukan pemerasan terhadap masyarakat dengan cara mengintimidasi dan mengancam korban yang menolak memberi. 

"Kalau ada warga yang keberatan atau menolak bayar, para pelaku ini langsung mengeluarkan ancaman. Ada yang mengaku ormas, ada juga yang pura-pura pengelola parkir resmi," ujar Kompol Tommy.

Baca Juga: ITB Minta Mahasiswanya Tak Ditahan: Biar Kami yang Bina di Kampus

Polisi juga mengungkap bahwa para preman ini bergerak secara terorganisir dan menyasar area-area yang padat aktivitas. Bahkan, mereka tidak segan menunjukkan identitas ormas palsu untuk menakuti-nakuti korban agar menuruti permintaan mereka. Barang bukti yang diamankan berupa rompi ormas, kartu identitas palsu, serta uang hasil pemerasan.

Baca Juga: BGN Nilai Program Makan Bergizi Gratis Bisa Kurangi Tawuran Pelajar

Aksi penertiban ini mendapat apresiasi dari warga yang selama ini merasa tidak nyaman dan takut setiap kali hendak memarkir kendaraannya.

Polisi berkomitmen akan terus menggelar operasi serupa secara berkala demi memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama dari ancaman premanisme yang kerap berlindung di balik nama ormas.

Tags

Terkini