INSIBERNEWS - Suasana mencekam sempat meliputi Mapolres Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (25/4/2025) siang, setelah dua pria diamankan karena mengeluarkan ancaman akan meledakkan kantor polisi tersebut.
Kedua pelaku kini tengah diperiksa secara intensif oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, menyusul dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan radikal.
Baca Juga: Amazon Suntik Rp84 Triliun ke RI, Pemerintah Sambut Penguatan Ekonomi Digital dan AI
Insiden ini berawal saat kedua pria itu mendatangi Mapolres Pacitan untuk menghadiri mediasi terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bermuatan solar dan minibus di kawasan Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan.
Salah satu dari mereka, yang diketahui merupakan pengelola bisnis solar dan eks narapidana terorisme, tiba-tiba tersulut emosi. Ia melontarkan ancaman serius bahwa dirinya akan meledakkan kantor polisi jika tuntutannya tidak segera ditanggapi.
Baca Juga: Trump Minta Netanyahu Bersikap Baik pada Gaza: Warga Sudah Terlalu Menderita
Ancaman tersebut langsung ditanggapi cepat oleh pihak kepolisian. Petugas segera mengamankan kedua pria tersebut dan melakukan penggeledahan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan satu unit senjata jenis airsoft gun yang disembunyikan dalam tas salah satu pelaku. Senjata itu kini turut diamankan sebagai barang bukti.
Baca Juga: PBB Desak Israel Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan ke Stafnya di Gaza
Proses interogasi terhadap kedua pelaku dilakukan secara tertutup di ruang khusus di dalam Mapolres. Meski detail keterlibatan keduanya masih didalami, aparat menduga insiden ini bukan sekadar kasus ancaman biasa, melainkan berpotensi terkait jaringan terorisme dalam negeri.
Demi alasan keamanan, pihak kepolisian juga sempat melakukan penutupan sementara akses jalan di sekitar Mapolres.
Baca Juga: Tersandung Kasus Narkoba, Nasib Fachri Albar di Film ‘Pengabdi Setan 3’ Jadi Tanda Tanya
Sementara itu, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar belum memberikan keterangan resmi kepada media hingga berita ini diturunkan.
Pihak kepolisian dijadwalkan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dua hari mendatang untuk mengungkap hasil penyelidikan lebih lanjut.