INSIBERNEWS - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan mengejutkan terkait dugaan penyimpangan di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).
Seorang pengamat yang pernah terlibat dalam sejumlah proyek disebut berperan dalam praktik proyek fiktif, yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp5 miliar. Sosok tersebut kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum.
Baca Juga: Prabowo Siap Lanjutkan Misi Jokowi Benahi Jalan Rusak Lewat Skema Inpres Baru
Menurut Amran, temuan ini bermula dari audit internal yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementan. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa ada 23 poin pelanggaran dalam pengadaan barang dan jasa, yang sebagian besar berkaitan dengan proyek yang tidak sesuai kontrak atau bahkan tidak pernah direalisasikan sama sekali.
“Ada proyek yang barangnya tidak digunakan, ada juga yang sama sekali fiktif. Ini bukan hal kecil,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Lebih Cepat dan Akurat Deteksi Kanker, RS GADING PLUIT Luncurkan PET-CT Digital Pertama di Indonesia
Ia menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut semestinya memberikan dampak positif bagi sektor pertanian. Namun kenyataannya, banyak dari pengadaan tersebut hanya berjalan di atas kertas, tanpa bukti fisik atau manfaat di lapangan.
Temuan ini semakin memperkuat komitmen Kementan untuk bersih-bersih dari praktik curang yang merugikan negara dan petani.
Baca Juga: Taman Safari Indonesia Bantah Soal Keterlibatan Dalam Kasus Dugaan Kekerasan pada Pemain Sirkus
Amran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir siapapun yang terlibat dalam praktik kotor di lembaganya.
“Kita ingin Kementan jadi institusi yang transparan, akuntabel, dan benar-benar hadir untuk petani. Kalau ada yang bermain curang, ya harus siap tanggung konsekuensinya,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa audit semacam ini akan terus dilakukan secara rutin ke depannya.
Baca Juga: Santri Junior Dibakar Kakak Kelas di Pesantren Kolut, Dua Pelaku Jadi Tersangka
Langkah tegas Kementan ini diharapkan jadi sinyal kuat bahwa tak ada ruang bagi oknum yang memanfaatkan proyek pemerintah untuk kepentingan pribadi. Amran juga membuka ruang bagi masyarakat dan insan pertanian untuk melapor jika menemukan kejanggalan serupa di lapangan.