INSIBERNEWS - Serangan udara Israel kembali mengguncang Gaza pada Kamis (3/4/2025), menambah panjang daftar korban jiwa dalam konflik yang terus berkecamuk.
Menurut laporan Al Jazeera, sedikitnya 41 warga Palestina tewas sejak fajar akibat serangan terbaru ini, sementara banyak lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Impor Baru, Indonesia Kena Imbas Pajak 32 Persen
Serangan ini merupakan bagian dari strategi "tekanan maksimum" yang diterapkan Israel sejak 18 Maret.
Tujuannya adalah memaksa kelompok Hamas untuk kembali ke meja perundingan dan membahas ulang kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada Januari lalu.
Salah satu titik serangan yang menjadi sorotan adalah Khan Younis. Jet-jet tempur Israel menargetkan sebuah bangunan tempat tinggal dan tenda-tenda yang dihuni para pengungsi.
Tim penyelamat bergegas ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama kepada yang terluka.
Namun, insiden yang paling mengundang kecaman terjadi di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara. Menurut kantor berita Palestina WAFA, pesawat tempur Israel menjatuhkan bom ke sebuah klinik yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Serangan tersebut menewaskan setidaknya 19 warga Palestina, termasuk sembilan anak-anak.
Baca Juga: Halal Bihalal di Kediaman Megawati, Ahok Beberkan Isi Percakapannya dengan Didit Hediprasetyo
WAFA juga melaporkan bahwa selain menimbulkan korban jiwa, serangan di Jabalia menyebabkan kebakaran hebat di gedung klinik. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Situasi di Gaza semakin mencekam, dengan ketegangan yang terus meningkat. Serangan demi serangan tak kunjung reda, sementara upaya diplomasi untuk mencapai perdamaian masih menemui jalan buntu.