INSIBERNEWS – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Dalam pertemuan tertutup tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah persiapan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2025.
Baca Juga: Penumpang di Terminal Lebak Bulus Melonjak Jelang Lebaran, Puncak Mudik Diprediksi H-3
Barrot yang keluar dari Kompleks Istana sekitar pukul 15.17 WIB menyampaikan bahwa diskusinya dengan Presiden Prabowo berlangsung produktif.
"Kami telah mengadakan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Prabowo, terutama dalam rangka mempersiapkan kunjungan Presiden Macron yang akan datang," ujarnya kepada awak media.
Baca Juga: Arus Kendaraan di Tol Cipali Meningkat Tajam, Pemudik Diminta Waspada
Kunjungan Macron ke Indonesia bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis.
Barrot menekankan bahwa pertemuan antara kedua kepala negara nanti diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat kerja sama di berbagai sektor, terutama dalam menghadapi tantangan global.
“Ada banyak isu penting abad ini yang perlu dibahas, baik yang bersifat regional maupun global. Ini adalah momen penting bagi kedua negara untuk memperkuat kedaulatan dan kemitraan strategis,” jelasnya.
Baca Juga: Momen Kumpul Para anak Presiden RI Curi Perhatian Publik! Kaesang Pangarep Ungkap Bakal Ada Part 2
Selain itu, Barrot mengapresiasi kesiapan Indonesia dalam menyambut kedatangan Macron. Menurutnya, Indonesia telah melakukan persiapan matang demi memastikan pertemuan bersejarah ini berjalan sukses.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas persiapan aktif yang dilakukan. Kami akan bekerja keras agar kunjungan ini tidak hanya menjadi sukses besar, tetapi juga memperkuat hubungan erat antara kedua negara," kata Barrot.
Kunjungan Macron ke Indonesia nantinya diprediksi akan membahas berbagai kerja sama strategis, termasuk di bidang pertahanan, ekonomi, energi hijau, dan teknologi.