news

23 Persen Lulusan Harvard Belum Mendapatkan Pekerjaan Akibat Ketatnya Persaingan

Minggu, 16 Maret 2025 | 10:44 WIB
Akibatnya persaingan ketat, terdapat 23 persen lulusan Harvard yang masih menganggur (Unsplash)

INSIBERNEWS - Terdapat 23% lulusan MBA dari Harvard Business School angkatan 2024 belum mendapatkan pekerjaan setelah tiga bulan lulus.

Menurut Wall Street Journal (WSJ), angka ini merupakan yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

Angka tersebut bahkan dua kali lipat dibandingkan dengan dua tahun lalu.

Baca Juga: Catat! Sebelum Beli Perhiasan Emas untuk Lebaran Cek Kode Dibaliknya Agar Tidak Tertipu

Fenomena serupa juga terjadi di kampus-kampus ternama lainnya seperti Stanford, Wharton, dan NYU Stern, yang juga mengalami kesulitan serius dalam mencari pekerjaan bagi lulusan mereka.

Penyebab utama dari masalah ini adalah penurunan jumlah perekrutan di perusahaan-perusahaan besar, seperti Amazon, Google, dan McKinsey.

Banyak perusahaan tersebut yang mengurangi perekrutan akibat ketidakpastian ekonomi global, pemangkasan anggaran, serta restrukturisasi perusahaan yang mengakibatkan berkurangnya peluang kerja bagi lulusan MBA.

Baca Juga: 17 Ide THR Lebaran sebagai Bentuk Apresiasi untuk Pelanggan, Dijamin Berkesan!

Menurut Poets and Quants, banyak lulusan MBA yang enggan menerima posisi pekerjaan yang dianggap di bawah level karier mereka sebelum menjalani program MBA, meskipun gaji yang ditawarkan tetap tinggi.

Sebagian besar lulusan merasa bahwa posisi tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi dan latar belakang pendidikan mereka.

Sehingga mereka memilih untuk menunggu posisi yang lebih sesuai.

Baca Juga: Wow! Harga Emas Naik Lebih dari 50 Persen dalam Setahun Terakhir, Apa Penyebabnya?

Akibatnya, para lulusan MBA ini seringkali terpaksa menerima pekerjaan sementara atau hidup dengan tunjangan yang jauh dari harapan mereka.

Situasi ini tidak hanya menimbulkan tekanan finansial, tetapi juga menciptakan stres mental bagi para lulusan.

Halaman:

Tags

Terkini