INSIBERNEWS - Banjir terjadi di Kota dan Kabupaten Bekasi akibat curah hujan tinggi.
Bekasi menjadi salah satu daerah di Jabodetabek yang terendam banjir.
Banjir seringkali menjadi masalah besar yang meresahkan warga, terutama di daerah-daerah yang rawan dengan curah hujan tinggi atau kurangnya sistem drainase yang baik.
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sungai atau saluran air bisa meluap, menggenangi pemukiman warga, jalan-jalan, dan area pertanian.
Kondisi ini menimbulkan banyak dampak negatif, seperti kerusakan harta benda, gangguan aktivitas sehari-hari, hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa.
Banjir juga memicu masalah kesehatan karena genangan air dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa penyakit seperti demam berdarah dan malaria.
Baca Juga: Nikita Mirzani Mangkir Lagi dari Pemeriksaan, Alasan Sakit Usai Sibuk Syuting
Selain itu, air yang terkontaminasi dapat menyebabkan wabah penyakit lainnya, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.
Warga yang terdampak banjir kerap kali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bantuan atau akses ke layanan dasar, seperti makanan, air bersih, dan perawatan medis.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan bahwa banjir berdampak pada 8 dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi.
Dilansir INsibernews dari Instagram bpbdkab_bekasi (4/3/2025), Ketinggian air bervariasi di setiap daerah, bahkan terdapat banjir dengan ketinggian 8 meter.