INSIBERNEWS - Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas dengan serangan udara yang terjadi sepanjang Senin malam hingga Selasa (25/2/2025) dini hari.
Ukraina meluncurkan serangan drone ke wilayah Rusia, yang kemudian dibalas dengan serangkaian serangan rudal oleh Moskow.
Baca Juga: Rumah Saudagar Minyak Riza Chalid Digeledah Kejagung, Kasus Korupsi Minyak Pertamina Makin Panas!
Ketegangan ini terjadi hanya sehari setelah peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina, yang hingga kini masih terus menelan korban di kedua belah pihak.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat dan menghancurkan 19 drone Ukraina yang memasuki wilayah mereka.
Serangan ini memicu respons cepat dari Moskow, yang meluncurkan sejumlah rudal ke berbagai wilayah Ukraina pada Selasa dini hari.
Akibatnya, sirene peringatan serangan udara meraung di berbagai kota, termasuk Kyiv, saat otoritas setempat mengingatkan warga untuk segera mencari perlindungan.
"Peringatan udara masih berlangsung. Mohon tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi aman," demikian pernyataan administrasi militer Kyiv yang dikutip oleh AFP.
Salah satu serangan di distrik Obukhiv, wilayah ibu kota, mengakibatkan seorang wanita berusia 44 tahun terluka akibat pecahan rudal yang menghancurkan sebuah rumah dan bangunan di sekitarnya.
Gubernur wilayah Kyiv, Mykola Kalashnyk, mengonfirmasi bahwa korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Selain Obukhiv, wilayah Fastiv juga mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kehancuran, meskipun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dari wilayah tersebut.