CEO Promedia Apresiasi Statement Kepala Bakom Syahganda Nainggolan: 'Wartawan itu Nyawanya Negara Ini'

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:24 WIB
Potret CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono. (Istimewa )
Potret CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono. (Istimewa )

INSIBERNEWS - Saya tertarik sekaligus mengapresiasi salah satu pernyataan pertama Syahganda Nainggolan setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). “Wartawan itu nyawanya negara ini.”

Kalimatnya pendek, tetapi maknanya sangat dalam. Terlebih pernyataan tersebut disampaikan oleh orang yang kini berada pada posisi strategis dalam komunikasi pemerintah.

Saya sepakat. Namun saya ingin mengajak kepala Bakom melihat realita kondisi ekonomi kawan-kawan wartawan di tanah air. Kalau wartawan memang nyawa negara ini, bagaimana keadaan mereka yang selama ini menjaga nyawa itu?

Baca Juga: KDM Hentikan Sementara Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur, Ini Alasannya

Jawabannya mungkin tidak terlalu menggembirakan. Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 200-300 ribu wartawan yang bekerja di puluhan ribu media. Angka pastinya memang sulit diketahui. Namun satu hal yang mudah kita lihat: industri media sedang tidak baik-baik saja.

Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan ekonomi telah menyebabkan PHK di berbagai perusahaan media, termasuk media-media besar. Sebagian wartawan kemudian berusaha bertahan dengan mendirikan media sendiri.

Teknologi memang membuat mendirikan media menjadi mudah. Tetapi mendirikan media mudah, membuatnya sehat secara ekonomi adalah persoalan berbeda. Puluhan ribu media kecil kini tumbuh di berbagai kabupaten dan kota. Banyak wartawannya bekerja dengan sumber daya terbatas. Bahkan tidak sedikit yang penghasilannya masih di bawah standar upah minimum daerah.

Baca Juga: Bridgestone Resmi Jadi Pemasok Ban Formula E, POTENZA GEN4 Siap Hadapi Mobil 600 kW

Padahal pers selalu kita tempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Wartawan dituntut mengawasi kekuasaan, melawan hoaks, melakukan verifikasi, menyuarakan kepentingan publik, sekaligus bekerja profesional dan memegang teguh kode etik.

Karena itu saya berharap pernyataan “wartawan itu nyawanya negara ini” tidak berhenti sebagai kalimat yang indah. Saya mengajak Kepala Bakom untuk menjadikannya sebuah agenda nyata.

Bakom dapat memulai forum dialog rutin dengan wartawan, media lokal dan organisasi pers baik yang tercatat sebagai konstituen di Dewan Pers maupun bukan. Karena faktanya, ada ribuan organisasi pers di luar Dewan Pers yang eksis di setiap kabupaten/kota. Dengarkan langsung persoalan mereka dan petakan kondisi riil industri pers Indonesia hari ini.

Baca Juga: Buntut Tragedi Maut KM Virgo Transport 8, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Bakom juga dapat mendorong program peningkatan kompetensi dan transformasi digital bagi wartawan dan media lokal, serta membuka akses komunikasi pemerintah yang lebih luas dan setara hingga ke media di kabupaten dan kota.

Pemerintah membutuhkan pers untuk menyampaikan pembangunan kepada masyarakat. Sisi lain, pemerintah membutuhkan pers untuk mendengar kritik, aspirasi, dan realitas dari lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X