Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru Kalsel, BMKG Sebut Kualitas Udara Berbahaya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:54 WIB
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)

INSIBERNEWS – Dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026).

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah kawasan, mulai dari Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan hingga wilayah perbatasan Kota Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.

Tebalnya asap membuat jarak pandang pengendara menurun. Pengguna jalan pun diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan saat berkendara.

Baca Juga: Bukan Uang dan Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Justru Minta Barang Ini Dikembalikan

Tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap karhutla juga memicu kekhawatiran terhadap kesehatan. Paparan asap dalam jumlah tinggi dapat membuat masyarakat berisiko mengalami gangguan akibat buruknya kualitas udara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi kualitas udara di Banjarbaru pada Rabu pagi berada dalam kategori berbahaya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengatakan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA.

Baca Juga: Kabar Gembira! DPR dan Pemerintah Sepakat Perbaiki Status Guru PPPK Menuju PNS di 2027

Angka tersebut telah melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori berbahaya.

“Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA dan masuk kategori Berbahaya,” kata Klaus dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap masih pekat.

Baca Juga: Viral Aksi Kocak Mahasiswa BEM UI 'Roasting' Spanduk Polwan di Thamrin Pakai Nada Lagu 'Rollerblade'

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker dengan tingkat perlindungan yang memadai, seperti N95 atau KN95.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. BMKG juga mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memperparah pencemaran udara.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X