INSIBERNEWS - Aksi kontroversial YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo yang mempromosikan rokok elektrik (vape) dengan melibatkan anak-anak memicu reaksi keras. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menilai tindakan kreator konten tersebut sudah sangat kebablasan dan menabrak norma kepatutan.
Tokoh publik ini meminta agar aparat penegak hukum segera turun tangan, lantaran perbuatan sang kreator dinilai membahayakan dan berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi generasi muda.
"Jadi memang kontennya yang jelas bermasalah dan yang bersangkutan harus menjalankan konsekuensi dari aksinya," tegas Sahroni melalui keterangan tertulisnya yang dirilis pada Selasa (11/8/2026).
Kekhawatiran Sahroni bukan tanpa alasan yang kuat. Ia menyadari sepenuhnya bahwa kanal digital milik Bigmo memiliki basis penggemar yang cukup masif, di mana sebagian besar penonton setianya masih tergolong anak-anak dan remaja.
Jika dibiarkan begitu saja, tayangan tak mendidik tersebut dikhawatirkan akan ditiru secara mentah-mentah oleh para pengikutnya yang belum bisa menyaring informasi dengan bijak.
"Lebih jauh, dia juga punya banyak pendukung fans yang merupakan anak-anak di bawah umur yang sangat mungkin meniru tindakannya. Jadi sebelum makin merusak lebih baik ditindak tegas saja," ungkap Sahroni dengan nada prihatin.
Di sisi lain, politikus asal Tanjung Priok tersebut juga menepis mentah-mentah alibi pembelaan yang dilontarkan oleh tim kuasa hukum Bigmo.
Sebelumnya, pengacara sang YouTuber sempat mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa pelibatan anak kecil dalam video promosi vape itu hanyalah sebuah bentuk spontanitas belaka. Sahroni menganggap alasan tersebut sangat tidak masuk akal dan tak bisa menggugurkan proses hukum.
Baca Juga: Begini Kronologi Ngerinya Mobil Balap Seruduk Kerumunan di Kotamobagu, 8 Orang Meninggal Dunia
"Seperti yang kita ketahui, belakangan lawyer-nya Bigmo menyampaikan bahwa kontennya adalah ‘spontan’, lalu apa yang diharapkan dari bilang begini? Agar kasus hukumnya dimaafkan? Itu sama sekali tidak bisa," ujar Sahroni menanggapi dalih sang pengacara.
"Jika kita lihat record-nya di internet, konten dari kreator satu ini banyak yang aneh-aneh. Misalnya dia ada yang melibatkan anak kecil minum alkohol, ada juga yang bercandain gerakan sholat dan wudhu. Jadi ini bukan spontan, tapi memang cari sensasi,” pungkasnya menyoroti rekam jejak buruk sang YouTuber yang kerap memancing kegaduhan demi meraup popularitas.***
Artikel Terkait
Gegara Ban Selip Jelang Finis, Mobil Modifikasi Balap di Kotamobagu Renggut 8 Nyawa Penonton
Kena Sindir Warga Gegara Mobil Mewah Nyangkut di Jalan Rusak, Bupati Lamsel Langsung Semprot Bawahan
Begini Kronologi Ngerinya Mobil Balap Seruduk Kerumunan di Kotamobagu, 8 Orang Meninggal Dunia
Tiga Jam Terjepit Beton Drainase di Jatinegara, Dua Pekerja Proyek Berhasil Lolos dari Maut
Skandal Kuota Haji Jalur VIP, Eks Menag Yaqut Didakwa Kantongi Ratusan Ribu Dolar