INSIBERNEWS - Seorang pria bernama Rozianto bersama anaknya yang masih balita mengalami kejadian memilukan saat menumpang Bus Antar Lintas Sumatera (ALS).
Mereka ditelantarkan di Kilometer 114 Tol Cipali, Jawa Barat, dan harus bertahan semalaman di pinggir jalan sebelum akhirnya ditemukan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Subang.
12 Jam Terlantar di Pinggir Tol
Kisah ini viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @polres_subang pada Sabtu (29/3). Dalam video yang beredar, Rozianto tampak putus asa saat menceritakan apa yang terjadi.
"Pak, tolong pak, saya ditelantarkan dari semalam," ujar Rozianto dengan suara penuh harap.
Ketika ditanya petugas siapa yang menurunkannya, ia menjelaskan bahwa dirinya dan anaknya seharusnya turun di Ciledug, tetapi justru diturunkan di Tol Cipali pada tengah malam.
"ALS. Kita kan minta turun di Ciledug, turuninnya di sini saya, gak tau kan saya dari Aceh. Dari semalam pak, jam 12 pak. Saya sama anak saya berdua pak," ungkapnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Sopir Diduga Mengantuk, Satu Orang Tewas
Satlantas Polres Subang Turun Tangan
Setelah menerima laporan, Kasat Lantas Polres Subang, AKP Sudirianto, langsung menginstruksikan tim patroli untuk mengevakuasi Rozianto dan anaknya dari jalur tol yang berbahaya.
"Kami antarkan sampai gerbang Tol Cikedung, Indramayu agar lebih dekat dengan pihak keluarga untuk menjemputnya," ujar AKP Sudirianto.
Akhirnya Bertemu Keluarga
Setelah dibantu oleh polisi, Rozianto akhirnya bisa bertemu kembali dengan keluarganya di Gerbang Tol Cikedung, Indramayu. Ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Satlantas Polres Subang.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Satlantas Polres Subang karena sudah membantu saya menemui keluarga saya di Cikedung," katanya penuh haru.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Alternatif Puncak, Satu Pengendara Tewas
Pelajaran dari Kejadian Ini
Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan otobus agar lebih bertanggung jawab terhadap penumpangnya. Penumpang yang tidak mengenal daerah tempatnya diturunkan bisa saja mengalami bahaya jika tidak segera mendapat pertolongan.
Beruntung, Rozianto dan anaknya ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam memilih layanan transportasi dan memastikan turun di lokasi yang tepat.