INSIBERNEWS - Korlantas Polri telah menerapkan rekayasa lalu lintas one way lokal mulai dari KM 70 Gerbang Tol (GT) Cikatama hingga KM 210 Tol Palikanci pada Kamis (27/3). Skema ini merupakan langkah baru yang pertama kali diterapkan saat arus mudik Lebaran.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa penerapan one way lokal ini bertujuan untuk mempercepat arus lalu lintas tanpa menyebabkan kepadatan berlebih di jalur arteri.
"Ini one way lokal pertama yang kita lakukan. Tahun lalu tidak ada. Jadi ini sangat cepat untuk menarik arus lalu lintas," ujar Agus di KM 29 Tol Japek, Kamis (27/3).
Alasan Penerapan One Way Lokal
Pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya, Korlantas biasanya menerapkan one way langsung dari KM 70 hingga KM 414 GT Kalikangkung. Namun, tahun ini, strategi yang berbeda diambil dengan menerapkan one way lokal lebih dahulu.
Agus menjelaskan bahwa jika one way langsung diterapkan hingga KM 414, maka jalur arteri akan mengalami lonjakan kendaraan yang menuju Jakarta. Oleh karena itu, penerapan one way lokal bertujuan untuk membagi arus kendaraan dengan lebih merata.
"Untuk mengelola bangkitan arus itu harus ada tahapnya. Karena kalau kita langsung one way nasional, beban di arteri kan juga berat," jelas Agus.
Baca Juga: Penumpang di Terminal Lebak Bulus Melonjak Jelang Lebaran, Puncak Mudik Diprediksi H-3
Dampak Positif One Way Lokal
Dengan adanya skema ini, kendaraan dari arah Jakarta maupun sebaliknya tetap dapat melintas dengan normal tanpa hambatan berarti. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi pada saat puncak arus mudik Lebaran.
"Akhirnya kami skenariokan untuk melakukan one way lokal, ini tepat sekali sehingga tidak ada sumbatan-sumbatan di gate tol, ini lancar sekali sampai di kilometer 210," ungkap Agus.
Penerapan skema rekayasa lalu lintas ini menunjukkan kesiapan Korlantas Polri dalam mengelola arus mudik dengan strategi yang lebih efektif dan adaptif sesuai dengan kondisi di lapangan.