nasional

Pemerintah Diusulkan Siapkan Pulau Khusus untuk Pengungsi Rohingya yang Berdatangan ke Aceh, Ini Alasannya!

Kamis, 27 Februari 2025 | 10:06 WIB
Usulan Pulau Khusus untuk Pengungsi Rohingya di Aceh (ilustrasi) (Image by freepik)

INSIBERNEWS - Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Aceh, Novianto Sulaksono, baru-baru ini mengusulkan sebuah ide yang cukup mencuri perhatian: menyiapkan satu pulau khusus untuk menampung pengungsi Rohingya yang banyak berdatangan ke wilayah Aceh.

Usulan ini disampaikan dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI pada Senin, 24/02/2025, di Jakarta.

 Baca Juga: Belasan Siswa SD di Takalar Alami Gejala Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Keadaan Pengungsi Rohingya di Aceh: Empat Kamp yang Padat

Saat ini, Aceh sudah menampung ratusan pengungsi Rohingya, yang tersebar di empat kamp pengungsian. Dari keempat kamp tersebut, yang terbesar terletak di Desa Minaraya, Pidie, dengan 576 pengungsi.

Kamp-kamp lainnya berada di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe (93 orang), Aceh Timur (376 orang), dan Desa Kule, Pidie (59 orang). Angka-angka ini menunjukkan betapa besar jumlah pengungsi yang memerlukan perhatian dan penanganan serius.

Penolakan Masyarakat terhadap Kehadiran Pengungsi Rohingya

Meskipun pengungsi Rohingya membutuhkan tempat perlindungan, kehadiran mereka di Aceh tidak sepenuhnya diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat setempat. Bahkan, beberapa reaksi penolakan mulai muncul. Salah satu alasan yang muncul adalah keresahan karena beberapa perilaku pengungsi yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

Di samping itu, kabar bohong yang beredar di kalangan warga juga semakin memperburuk sentimen negatif terhadap kelompok Rohingya. Hal ini semakin memperparah situasi, mengingat sudah banyak cerita yang beredar yang menambah ketegangan antara pengungsi dan masyarakat lokal.

 Baca Juga: Kecelakaan Mengerikan di Lokasi Syuting Drifting Away: Stuntman Terlindas Mobil, Netizen Murka dan Tuntut Tanggung Jawab Kru

Usulan Pulau Khusus: Solusi atau Tantangan Baru?

Novianto Sulaksono pun memberikan usulan yang cukup berani untuk mengatasi permasalahan ini. Dia mengusulkan agar pemerintah menyiapkan satu pulau khusus yang dapat digunakan untuk menampung pengungsi Rohingya. Dengan demikian, pengungsi tidak akan berinteraksi langsung dengan warga lokal, yang diyakini dapat mengurangi potensi konflik sosial.

Usulan ini tentu bukan tanpa alasan. Selain faktor keresahan masyarakat, usulan pulau khusus juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman bagi para pengungsi, serta mengurangi ketegangan yang mungkin timbul dari interaksi sosial yang tidak diinginkan.

Namun, ide menempatkan pengungsi di pulau khusus tentu menimbulkan pertanyaan baru: apakah solusi ini praktis dan dapat diterima oleh semua pihak? Selain itu, penempatan pengungsi di pulau yang terisolasi juga membutuhkan banyak sumber daya untuk menjaga keberlanjutan hidup mereka.

Alternatif Lain: Pemindahan ke Negara Ketiga atau Pemulangan Sukarela

Selain ide pulau khusus, Novianto juga mengusulkan dua alternatif solusi lainnya. Salah satunya adalah memindahkan pengungsi Rohingya ke negara ketiga yang siap menerima mereka. Pemulangan secara sukarela juga bisa menjadi opsi, di mana para pengungsi bisa kembali ke negara asal mereka jika situasi memungkinkan.

Namun, mengingat ketegangan yang terjadi di negara asal mereka, yaitu Myanmar, pemindahan ke negara ketiga tentu menjadi opsi yang tidak mudah. Negara-negara yang bersedia menerima pengungsi Rohingya pun tidak banyak, dan proses diplomatiknya bisa memakan waktu yang lama.

 Baca Juga: Drama Sandera di Warung Kakek 82 Tahun: Maling Kepepet, Negosiasi Polisi, dan Aksi Tenang Pemilik Warung

Halaman:

Tags

Terkini