BMKG Prediksi Hujan Intensitas Tinggi Terus Turun Hingga 11 Maret 2025, Waspada Banjir dan Longsor

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 7 Maret 2025 | 10:48 WIB
Ilustrasi Prakiraan Cuaca (Foto: BMKG) (BMKG )
Ilustrasi Prakiraan Cuaca (Foto: BMKG) (BMKG )

INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi akan terus terjadi hingga 11 Maret 2025, berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorta Karnawati, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 4/3/2025.

Menurut Dwikorta, meskipun BMKG telah melakukan modifikasi cuaca di beberapa daerah untuk mengurangi dampak hujan, intensitas hujan diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Prediksi Curah Hujan dan Potensi Risiko

"Dalam 24 jam terakhir, hujan mencapai puncaknya dengan curah 232 milimeter," kata Dwikorta. "Kami prediksi hujan masih akan terus berlangsung hingga 11 Maret, meskipun ada sedikit penurunan intensitasnya sebelum meningkat lagi sekitar tanggal 11."

BMKG menyarankan masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah-daerah yang rawan terjadi banjir dan longsor, serta di wilayah yang memiliki daya dukung tanah yang lemah terhadap hujan deras.

 Baca Juga: Kemensos Respons Cepat Banjir Jakarta: Bantuan Rp815,5 Juta untuk Warga Terdampak Banjir Jakarta, 35.000 Paket Makanan dan Perlengkapan Darurat

Modifikasi Cuaca dan Batasannya

Dwikorta menambahkan bahwa upaya modifikasi cuaca yang dilakukan BMKG bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan, bukan untuk mencegah hujan sama sekali. Meskipun langkah ini diambil, curah hujan tetap diprediksi tinggi dalam beberapa hari ke depan, dan modifikasi cuaca tidak bisa sepenuhnya mengubah pola hujan.

Wilayah yang Perlu Waspada

Kewaspadaan ekstra perlu dilakukan di beberapa wilayah yang diprediksi akan terdampak hujan deras, antara lain:

  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Lampung
  • Bengkulu
  • Palembang (sebagian wilayah)

Beberapa kawasan di Jabodetabek, termasuk pemukiman, telah dilanda banjir dengan ketinggian mencapai 1-4 meter dalam dua hari terakhir. Ini menjadi tanda adanya ancaman serius yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah tersebut.

 Baca Juga: Pengangkatan CPNS 2025 Diundur ke Oktober, Lulusan CASN di Pastikan Tetap Diangkat! Ini Penjelasan Menteri PANRB Rini Widyantini

Penyebab Curah Hujan Tinggi

BMKG menjelaskan bahwa fenomena gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin saat ini tengah aktif dan mempengaruhi cuaca di beberapa wilayah Indonesia. Curah hujan tinggi yang terjadi pada awal Maret ini terutama dipengaruhi oleh gelombang atmosfer tersebut, yang dipantau terjadi di beberapa wilayah seperti:

  • Pulau Sumatra
  • Bagian barat Pulau Jawa
  • Sulawesi
  • Maluku Utara
  • Kepulauan Papua

Peringatan Dini dan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Dwikorta juga mengungkapkan bahwa BMKG telah melakukan peringatan dini sejak akhir Februari 2025 dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi hujan deras. Namun, ia menegaskan bahwa BMKG dapat mendeteksi cuaca, tetapi tidak dapat mendeteksi banjir secara spesifik.

"Yang dapat kami deteksi adalah cuaca, bukan banjirnya," ujar Dwikorta, menjelaskan keterbatasan dalam prediksi bencana banjir yang mungkin terjadi akibat hujan lebat.

 Baca Juga: Update Erupsi Gunung Semeru 6 Maret 2025: Kolom Abu Setinggi 1.100 Meter, Waspada Dampak Lahar dan Abu Vulkanik

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X