INSIBERNEWS - Pada Kamis, 30/01/2025, jaksa federal mengajukan dakwaan pidana baru terhadap rapper dan produser terkenal, Sean 'Diddy' Combs, yang kini dipenjara, terkait dengan dugaan perdagangan manusia.
Jaksa menyatakan bahwa Combs telah terlibat dalam perdagangan sedikitnya tiga wanita sebagai bagian dari skema pelecehan seksual yang berlangsung selama 20 tahun.
Dakwaan Baru Menyebutkan Tiga Korban, Tidak Satu Lagi
Dakwaan terbaru ini memperluas tuduhan terhadap Combs yang sebelumnya hanya menyebut satu korban dalam dakwaan September 2024 lalu.
Kali ini, jaksa mengungkap bahwa Combs tidak hanya mengangkut korban perempuan lintas negara bagian, tetapi juga secara internasional, memanfaatkan kekuasaannya di dunia hiburan, termasuk label rekamannya, Bad Boy Entertainment.
Kekerasan, Obat-obatan, dan Prostitusi: Apa yang Terjadi di Balik Layar?
Dakwaan tersebut menyebutkan bahwa Combs diduga melakukan kekerasan seksual terhadap para wanita yang ia kendalikan. Salah satu modus operandi yang diungkap adalah bagaimana Combs memanfaatkan kekerasan fisik dan pengaruhnya untuk melibatkan wanita dalam pertunjukan seksual yang terekam, yang bahkan melibatkan pekerja seks pria. Para korban dikatakan telah dipaksa untuk berpartisipasi dalam "freak off" atau pertunjukan seksual, yang terkadang melibatkan pengangkutan korban melintasi batas negara bagian.
Obat-obatan Terlarang dan Janji Palsu: Kejamnya Skema yang Dijalankan
Dakwaan juga menyebutkan bahwa Combs merayu korban dengan memberikan obat-obatan terlarang seperti ketamin, ekstasi, dan metamfetamin, serta janji dukungan finansial dan karier. Jaksa menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memperdaya dan mengontrol wanita-wanita tersebut, yang diiming-imingi ketenaran atau hubungan romantis palsu.
Kasus Cassie dan Insiden Maret 2016: Apa Kaitan dengan Tuduhan Ini?
Salah satu korban yang disebutkan dalam dakwaan ini adalah mantan pacar Combs, Cassie Ventura, yang merupakan penyanyi R&B terkenal. Cassie sebelumnya menggugat Combs dalam kasus perdata terkait kekerasan fisik dan seksual, namun menyelesaikan gugatan tersebut setelah sehari mengajukan tuntutan. Meskipun demikian, insiden pada Maret 2016 yang terekam dalam video keamanan hotel menunjukkan bahwa Combs memukul dan menyeret seorang wanita yang mencoba melarikan diri. Meskipun Combs meminta maaf setelah video tersebut tersebar, pengacaranya menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak terkait dengan perdagangan seks.
Penahanan di Brooklyn: Perjalanan Karier yang Tergelincir