INSIBERNEWS - Meninggalnya calon gubernur Maluku Utara, Benny Laos akibat speadboat yang ditumpanginya meledak (12/10) telah mengundang duka bagi sejumlah warga Indonesia.
Benny Laos bersama 5 orang lainnya meninggal dunia akibat tragedi speedboat pada saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Taliabu ketika Benny bersama rombongannya hendak kampanye di Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat.
Mantan bupati Morotai itu dinyatakan tewas di rumah sakit, setelah sebelumnya sempat selamat dan dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: Demi Buktikan Dugaan Nikita Telantarkan Lolly, Pengacara Vadel Siapkan Dua Saksi
Kepergian Benny telah membuat sedih keluarga, kerabat, teman-teman, hingga sejumlah pejabat Indonesia. Salah satunya mantan suami Nia Daniaty, Farhat Abbas.
Dalam rangkaian acara duka mendiang Benny Laos, Farhat turut hadir menemui Benny untuk terakhir kalinya di rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto.
Sempat berteman dengan Benny pada saat SMA di Ternate, Farhat Abbas sangat merasa kehilangan atas kematian Benny Laos.
Baca Juga: KEJI! Israel Bakar Hidup-hidup Warga Palestina Di Pengungsian, 4 Orang Tewas
"Saya sangat kehilangan dan ini adalah malam kedua saya dateng, insya allah besok saya kepemakamannya hadir juga," ungkap Farhat, dikutip INSIBERNEWS dari youtube Intens Investigasi, 15/10/2024.
"Hampir seluruh pejabat-pejabat pentinggi di negeri ini turut beduka atas kepergian Benny Laos," tambahnya.
Pengacara 48 tahun itu mengenang bagaiamana sosok mendiang Benny bisa menjadi mantan bupati Morotai.
Baca Juga: Tidak Ada Bantuan Makanan Masuk ke Gaza Sejak Oktober, 1 Juta Orang Berisiko Kelaparan
"Waktu di Bandung pertemuan seluruh walikota bupati, sempat saya tanyakan kenapa mau menjadi bupati, yaitu sikap pengasih pemberinya itu ada,"
Menurut Farhat, mendiang Benny ketika menjabat sebagai bupati Morotai, mendiang merupakan sosok yang rendah hati dalam memimpin. Ia sama sekali tidak tertarik dengan harta kekuasaan, namun orangnya sangatlah merakyat.