Setelah mendapatkan pertolongan pertama, Aqia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk rontgen, sementara laporan polisi dibuat oleh Ubay dan pelaku.
Memilih Tidak Memperpanjang Masalah
Meski awalnya sempat melapor ke polisi, Fiersa memutuskan mencabut laporan. Ia menegaskan bahwa sikap sabar yang ditunjukkan dirinya dan Ubay bukan karena lemah, tetapi pertimbangan logis.
“Tapi Aqia tidak mau. Ubay memberikan pertimbangan logis. Kita bisa lihat secara sepintas bapak ini bukan orang berada," ungkapnya.
Baca Juga: Setelah Buron, Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Akhirnya Ditangkap Polisi
"Mohon maaf tapi kita sama-sama tahu, solusi yang biasanya dihadirkan orang berada, tidak seperti itu. Belum diminta ganti biaya rumah sakit, sudah menawarkan 200 ribu (dan katanya memang cuma punya uang segitu)," sambung Fiersa.
Pelaku juga mengaku hanya meminjam mobil, yang terlihat dari kondisi kendaraan yang kurang terawat. Fiersa menambahkan, jika laporan dilanjutkan, mereka harus menghadapi proses hukum yang panjang tanpa jaminan ganti rugi.
“Sudah begitu, hasil akhirnya apa? bukan memberi efek jera, melainkan memberi efek dendam. Dan tetap saja, Aqia sebagai korban juga belum tentu akan mendapatkan ganti rugi secara materi," sebut Fiersa.
"Oh ya, sebagai catatan, solusi yang kami ambil belum tentu ideal untukmu tapi ini paling ideal untuk kami saat ini," terangnya.
Sanksi dan Pelajaran dari Insiden
Fiersa menyebutkan pelaku akhirnya ditilang dan disidang akhir Januari 2026, yang dianggapnya sudah cukup.
Ia juga menjelaskan mengapa video saat insiden terlihat sabar, meski dirinya sempat hampir berkata kasar. Ubay menepuk pundaknya agar tidak bereaksi berlebihan.
“Nah ini yang rumit, kalau sampai ngomong atau bertindak kasar dan terekam, kemudian dipotong-potong tanpa konteks di media sosial," sebutnya.
"Takutnya malah disangka abuse of power atau semena-mena terhadap lansia, atau sok kuasa terhadap orang kurang mampu," kata Fiersa.
Ia menambahkan dengan nada bercanda, jika pelaku lebih muda 20 tahun, mungkin mereka akan memberi “salam olahraga” dulu.