INSIBERNEWS - Kesuksesan film Agak Laen 2: Menyala Pantiku tak bisa dilepaskan dari peran Ernest Prakasa yang duduk sebagai produser. Di tengah capaian fantastis box office, Ernest justru dikenal sebagai sosok yang bekerja tanpa visi muluk, selain satu hal sederhana: membuat penonton tertawa dan pulang dengan perasaan ringan.
Hingga Jumat (26/12/2025), Agak Laen 2 telah mengumpulkan 9,3 juta penonton. Angka itu mengantarkan film tersebut ke posisi ketiga film Indonesia terlaris sepanjang masa, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan kuatnya daya tarik komedi yang dekat dengan keseharian.
Menariknya, seri pertama Agak Laen juga mencatat prestasi serupa. Film yang dirilis lebih dulu itu bertengger di posisi keempat dengan raihan sekitar 9,1 juta penonton.
Dua film dari satu semesta yang sama-sama menembus angka fantastis menjadi bukti bahwa waralaba ini memiliki basis penonton yang sangat solid.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif banyak pihak di balik layar. Namun, peran produser tetap krusial dalam menjaga arah cerita, ritme humor, serta keberanian mengambil keputusan kreatif. Dalam hal ini, Ernest Prakasa menjadi salah satu penggerak utama kesuksesan proyek tersebut.
Baca Juga: Unggahan Zahra Putri Ridwan Kamil Viral, Publik Soroti Luka Batin di Balik Isu Keluarga
Ernest sendiri memulai perjalanan kariernya dari dunia stand up comedy pada 2011. Ia dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan komunitas stand up Indonesia, dengan gaya komedi observasional yang jujur dan kerap menyentuh isu keluarga serta identitas.
Langkah besarnya di industri film datang pada 2015 lewat Ngenest, adaptasi dari novel karyanya sendiri. Di film itu, Ernest tampil rangkap sebagai pemeran utama, sutradara, sekaligus penulis skenario, sebuah terobosan yang membuka jalannya sebagai sineas papan atas.
Kariernya kian melesat setelah Cek Toko Sebelah (2016) meraih Piala Citra FFI untuk kategori Skenario Asli Terbaik. Sejak saat itu, Ernest dikenal sebagai spesialis drama-komedi keluarga melalui film-film seperti Milly dan Mamet (2018), Imperfect: Karier Cinta dan Timbangan (2019), Lupa Daratan (2025), hingga dua seri Agak Laen.
Baca Juga: Okupansi Tertekan, PHRI Sebut 2025 Jadi Tahun Paling Menantang bagi Hotel Nasional
Meski begitu, perjalanan Ernest tidak selalu mulus. Sebagai produser, ia juga pernah merasakan pahitnya respons pasar. Film Cinta Tidak Seindah Drama Korea (2024) yang diproduserinya hanya meraih sekitar 49 ribu penonton, jauh dari ekspektasi.
Namun bagi Ernest, naik-turun respons publik adalah bagian dari proses berkarya. Konsistensinya menghadirkan cerita yang jujur, relevan, dan dekat dengan penonton membuat namanya tetap diperhitungkan, sekaligus membuktikan bahwa kesuksesan besar sering lahir dari niat yang sederhana.***