INSIBERNEWS - Kedatangan dua debt collector ke kediaman Sarwendah Tan beberapa waktu lalu langsung menyedot perhatian publik. Pasalnya, mereka datang bukan untuk Sarwendah, melainkan mencari mantan suaminya, Ruben Onsu, terkait urusan pembayaran yang tertunda.
Setelah ramai dibicarakan di media sosial, pihak Ruben akhirnya memberikan penjelasan. Mereka menyayangkan bagaimana masalah teknis tersebut berubah menjadi konsumsi publik, seolah-olah menyiratkan adanya kredit macet yang belum diselesaikan.
Baca Juga: Changan Resmi Mendarat di Indonesia, Bawa Dua Mobil Listrik dan Misi Baru untuk Pasar Nusantara
Menurut Ruben, situasinya tidak sebesar yang diberitakan. Ia mengakui adanya keterlambatan pembayaran, tetapi hanya dalam hitungan waktu singkat dan bukan tunggakan berkepanjangan. Begitu menyadari ada tagihan yang belum terselesaikan, Ruben mengaku langsung melunasinya.
Ruben juga menyatakan kekecewaannya karena masalah sederhana tersebut justru dibawa ke ranah publik. Ia menilai bahwa fokus seharusnya bukan pada dirinya, melainkan pada prosedur penagihan yang dilakukan dua debt collector tersebut.
“Kalau memang konferensi pers-nya itu berkaitan dengan masalah tata cara tagih DC-nya yang melawan hukum, dan kemudian akibat leasing-nya seharusnya tidak patut ke rumah dia dan menagih ke dia karena nggak ada hubungannya dengan S. Seharusnya DC dan leasing yang disomasi,” kata Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Prabowo Titip Pesan Khusus, Ara Siapkan 2.200 Rumah Baru untuk Papua Pegunungan
Minola bahkan menduga ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memperburuk citra kliennya. Apalagi beredar video dan foto yang memperlihatkan Sarwendah berhadapan dengan debt collector, yang menurutnya tidak mungkin terjadi tanpa akses atau izin tertentu.
Ia menegaskan bahwa penagih utang tidak bisa begitu saja masuk ke rumah tanpa ada pihak yang memberi akses. Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana momen tersebut bisa diabadikan dan kemudian tersebar.
Baca Juga: TRAGIS! Guru Muda Sayidatul PPPK Ditemukan Tewas di Kos OKU, Tangan dan Kaki Terikat Rapat
Pihak Ruben memastikan bahwa persoalan tagihan yang menjadi sumber permasalahan sudah selesai sepenuhnya. Mereka menegaskan tidak ada tunggakan yang masih berlangsung dan semua proses administratif telah dituntaskan.
Ruben juga disebut telah berkomunikasi langsung dengan pihak kuasa hukum Sarwendah untuk mengklarifikasi situasi serta memastikan tidak ada kesalahpahaman lanjutan. Ia berharap polemik ini tidak terus melebar dan bisa segera diakhiri dengan kepala dingin.
Baca Juga: Bukan Hanya soal Ekonomi, Adian Napitupulu Ungkap Alasan Anak Muda Gemar Thrifting
Dengan masalah pembayaran yang sudah dibereskan dan penjelasan resmi disampaikan, pihak Ruben berharap publik bisa melihat situasinya secara proporsional dan tidak terpancing oleh narasi yang terkesan mengarah pada drama yang lebih besar dari kenyataan.***