INSIBERNEWS — Nama Ratna Sari Dewi mungkin masih lekat di ingatan banyak orang sebagai salah satu istri dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Sosoknya yang anggun dan berwibawa telah menghiasi banyak dokumentasi sejarah, terutama dalam momen-momen kenegaraan di era 1960-an.
Namun, siapa sangka, di usia 85 tahun, Dewi justru memilih membuka lembaran baru dalam hidupnya menapaki jalur politik di Jepang, tanah kelahirannya.
Baca Juga: Mengintip Kisah Sukses UMKM Kuliner Kurma yang Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI Jakarta dengan Omzet Melejit
Sebelum dikenal sebagai Ratna Sari Dewi, ia lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo pada 6 Februari 1940.
Berasal dari keluarga sederhana, masa muda Naoko banyak dihabiskan sebagai model dan entertainer, terutama di lingkungan elite dan diplomatik.
Kariernya sebagai pengisi acara membawanya pada pertemuan bersejarah dengan Soekarno di Imperial Hotel, Tokyo, pada 16 Juni 1959, saat kunjungan kenegaraan presiden Indonesia ke Jepang.
Baca Juga: Liam Gallagher Semprot Coldplay Usai Video Selingkuh Viral: 'Murahan Banget!'
Kala itu, Naoko baru berusia 19 tahun, sedangkan Soekarno telah berusia 58 tahun. Namun perbedaan usia tak menghalangi tumbuhnya benih cinta di antara mereka.
Tiga bulan berselang, Naoko diundang ke Jakarta. Hubungan mereka semakin dekat, hingga akhirnya pada 3 Maret 1962, mereka menikah secara resmi. Naoko memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Ratna Sari Dewi Soekarno.
Pernikahan itu menempatkan Dewi dalam sorotan besar, baik di Indonesia maupun di Jepang. Ia kerap tampil mendampingi Bung Karno dalam berbagai pertemuan resmi kenegaraan, mengenakan kebaya anggun atau kimono khas Jepang, menjadi simbol diplomasi budaya antara dua negara.
Baca Juga: Kondisinya Memburuk Drastis! Aktor Legendaris Bruce Willis Tak Lagi Bisa Bicara Maupun Berdiri
Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang putri bernama Kartika Sari Dewi, yang lahir pada 11 Maret 1967 di Tokyo.
Namun, masa-masa indah itu tidak bertahan lama. Pada tahun 1970, setelah kejatuhan Soekarno dari tampuk kekuasaan, Dewi dan Soekarno resmi bercerai. Setelah perceraian, Dewi memilih menetap di luar negeri, terutama di Paris dan Tokyo.
Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seni, hingga dunia fashion. Di tahun-tahun berikutnya, ia kerap tampil dalam berbagai acara amal internasional dan sempat menulis autobiografi berjudul Madame de Soekarno.
Baca Juga: Ungkap Itu Bukan Ulah Yeo Jin Goo, Agensi Tepis Tuduhan Soal Follow Akun Dewasa
Kini, memasuki tahun 2025, Dewi kembali mencuri perhatian publik. Ia secara resmi melepaskan kewarganegaraan Indonesianya dan kembali menjadi warga negara Jepang.
Langkah ini diambil untuk mendukung pembentukan partai politik Heiwa 12, partai baru yang ia dirikan dengan misi unik yaitu memperjuangkan hak dan kesejahteraan hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing.
Menurut Dewi, partai ini lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya angka penelantaran dan kekerasan terhadap hewan di Jepang. Dalam sebuah wawancara singkat dengan media lokal, Dewi menyatakan.
Baca Juga: DJ Panda Kena Lapor! Erika Carlina Siap Tunjukkan Bukti Kuat ke Polisi!
"Saya telah melihat cukup banyak ketidakadilan di dunia ini. Kini saya ingin fokus memperjuangkan mereka yang tidak punya suara makhluk kecil yang juga berhak hidup layak."
Tak hanya mendirikan partai, Dewi juga dikabarkan siap maju sebagai calon anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang dalam pemilu mendatang.
Ia berharap bisa membawa isu kesejahteraan hewan ke meja parlemen, sebuah agenda yang selama ini jarang menjadi prioritas politisi senior.
Baca Juga: Bang Si Hyuk Terpojok! HYBE Resmi Digeledah, Dugaan Manipulasi Saham Menguat
Langkah politik Dewi tentu menuai reaksi beragam. Banyak yang memuji semangatnya yang tak padam meski usia telah senja.
Beberapa pengamat menilai ini sebagai bentuk evolusi pribadi yang luar biasa dari seorang simbol diplomatik di masa lalu, kini menjadi advokat politik untuk makhluk hidup yang sering diabaikan.
Tak sedikit pula yang menyoroti penampilannya yang tetap elegan dan bertenaga, bahkan saat menghadiri deklarasi partai di Tokyo baru-baru ini.
Baca Juga: Hulk Hogan Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun, Dunia Gulat Berduka
Kartika Sari Dewi, putri semata wayangnya, diketahui memberikan dukungan terhadap langkah sang ibu, meski selama ini lebih banyak menjauh dari dunia publik.
Dari seorang istri presiden yang pernah hidup dalam sorotan kamera dan dunia elite kenegaraan, Dewi Soekarno kini muncul sebagai figur baru dalam politik Jepang seorang perempuan lanjut usia yang memilih menggunakan sisa hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak yang tak banyak diperhatikan orang.
Artikel Terkait
Mobil Mewah dan Motor Gede Ridwan Kamil Disita KPK, Diduga Diganti Pakai Nama Karyawan
Andre Taulany Kembali Gugat Cerai Sang Istri Erin, Netizen Ikut Bersedih
Gegara Alami Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Belasan Kendaraan di Pulogadung
Turun Tipis, Garis Kemiskinan Rumah Tangga di Jakarta Kini Rp4,1 Juta per Bulan
Wasiat Terakhir Ayah Sarwendah untuk Betrand Peto Akhirnya Terungkap! Isinya Bikin Haru
Agar Telapak Kaki Bebas Kapalan, Ini Dia Perawatan yang Bisa Kamu Coba di Rumah