Gaji Sentuh Milyaran Per Episode, Aktor Korea Mulai Ditinggal OTT?

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:52 WIB
Gaji aktor Korea semakin mahal, aktor Jepang jadi pilihan (Naver)
Gaji aktor Korea semakin mahal, aktor Jepang jadi pilihan (Naver)

 

INSIBERNEWS – Kenaikan bayaran aktor Korea Selatan mulai berdampak langsung pada industri drama dan film, terutama di platform streaming atau OTT.

Menurut laporan Seoul Economic Daily, lonjakan biaya ini membuat rumah produksi mulai melirik alternatif yang lebih "ramah anggaran" yakni aktor Jepang.

Bayangkan saja, bayaran aktor Korea yang memerankan tokoh utama dalam proyek OTT kini bisa mencapai Rp3 hingga Rp6 miliar per episode (sekitar 300–500 juta Won).

Baca Juga: Siap Jadi Tren Fashion! Jennie BLACKPINK Tampil dengan Sepatu 'Kaki Telanjang' yang Unik

Angka fantastis ini disebut sebagai penyebab utama bengkaknya anggaran produksi drama Korea saat ini.

Sebagai perbandingan, aktor Jepang yang membintangi serial Netflix dilaporkan menerima fee sekitar Rp1 miliar per episode (sekitar 93 juta Won atau 10 juta Yen).
1
Meskipun tetap tinggi, nominal ini masih jauh lebih rendah dibanding aktor Korea — bahkan selisihnya bisa mencapai 3 hingga 10 kali lipat.

Baca Juga: Respon El Rumi Terkait Bullying yang Dialami Adik Perempuannya: No Comment, Biar Kakak Al dan Ayah yang Urus

Fenomena ini mulai mendapat sorotan setelah kesuksesan besar drama Marry My Husband (Japan).

Meski dibintangi aktor Jepang, drama adaptasi webtoon ini sepenuhnya digarap oleh tim Korea, termasuk Studio Dragon sebagai produser utama.

Uniknya, meskipun proses syuting dilakukan di luar Korea, biaya produksinya tetap lebih rendah dibanding proyek sejenis dengan aktor Korea.

Baca Juga: Laporan Kasus ODGJ Meningkat di Bekasi, Relawan Sosial Bergerak Aktif Siang dan Malam

Sebagai gambaran, produksi satu episode drama Korea yang tayang di OTT umumnya membutuhkan sekitar Rp23 miliar (2 miliar Won).

Sementara itu, biaya produksi drama Jepang rata-rata hanya berada di angka Rp11,7 miliar (1 miliar Won). Selisih yang cukup signifikan.

Studio Dragon sendiri telah aktif dalam proyek lintas negara. Setelah Marry My Husband (JP), mereka juga meluncurkan Hatsukoi DOGs drama Jepang lainnya yang memperkuat tren kolaborasi Korea-Jepang di industri hiburan digital.

Baca Juga: Intip Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI yang Sukses Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar

“Jepang adalah pasar yang menarik, dengan sektor drama yang kuat dan IP yang bertahan lama,” ungkap Kim Junhong, Manajer PR Studio Dragon.

“Kami berencana untuk mengembangkan produksi global Studio Dragon lewat berbagai proyek di Jepang.”

Sementara itu, jumlah produksi drama Korea terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, diduga akibat beban biaya produksi yang makin membengkak.

Baca Juga: Misteri Kematian Arya Daru, Polisi Ungkap Fakta Baru Soal CCTV dan Autopsi

• 2022: 141 drama

• 2023: 123 drama

• 2024: 100 drama

• 2025 (perkiraan): 80 drama

Jika tren ini berlanjut, tak menutup kemungkinan aktor Jepang akan semakin sering tampil dalam proyek-proyek OTT Korea ke depan.

Efisien secara biaya, tetap berkualitas dan penonton pun tetap terhibur.

Baca Juga: Han So Hee Bakal Gelar Fanmeet di Jakarta Oktober Ini, Siap-Siap Serbu Tiketnya!

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X