INSIBERNEWS - Di beberapa budaya, terdapat tradisi unik yang melibatkan menggebrak batu di samping bayi yang baru lahir.
Konon, tujuan dari praktik ini adalah agar bayi tidak menjadi "kagetan" atau terkejut dengan suara-suara keras di sekitarnya.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah, apakah benar tindakan ini aman bagi bayi?
Tradisi menggebrak batu biasanya dilakukan sebagai bagian dari ritual penyambutan bayi. Dianggap sebagai simbol perlindungan, suara gebrakan batu dipercaya dapat memperkenalkan bayi pada suara keras, sehingga ia tidak terkejut saat mendengar suara lainnya di sekitarnya.
Baca Juga: Betul Ga Sih? Saking Panasnya Suhu Matahari Bisa Sebabkan Kebakaran, Mari Simak!
Bayi memiliki sistem pendengaran yang sensitif, dan suara keras dapat memengaruhi perkembangan pendengaran mereka. Paparan terhadap suara yang terlalu keras bisa menyebabkan stres dan gangguan tidur.
Menurut para ahli, lebih baik memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk bayi, terutama di awal kehidupannya.
Meskipun tradisi ini mungkin sudah ada sejak lama, banyak ahli kesehatan merekomendasikan untuk menghindari suara keras di sekitar bayi. Sebaliknya, memperkenalkan suara dalam lingkungan yang lembut dan aman lebih dianjurkan.
Musik lembut atau suara alam bisa menjadi alternatif yang lebih baik untuk membantu bayi beradaptasi dengan dunia di sekitarnya.
Baca Juga: Angelina Jolie Batalkan Gugatan Terkait Dugaan Pertengkaran dengan Brad Pitt di Jet Pribadi
Walaupun tradisi menggebrak batu mungkin memiliki nilai budaya tertentu, penting untuk mempertimbangkan kesehatan dan kenyamanan bayi.
Mengutamakan lingkungan yang tenang dan mendukung perkembangan bayi adalah langkah yang lebih bijaksana. Sebagai orang tua, penting untuk mencari cara yang aman dan sehat dalam merayakan kelahiran anak.