religi-budaya

Mengenal Candi Serut Peninggalan Kerajaan Tarumanegara Di Karawang Ini Kilas Sejarahnya

Sabtu, 3 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Mengenal Candi Serut Peninggalan Kerajaan Tarumanegara Di Karawang Ini Kilas Sejarahnya (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS, Karawang - Kabupaten Karawang, Jawa Barat tidak hanya dikenal sebagai daerah kawasan industri. Kabupaten ini juga memiliki kekayaan situs sejarah yang tersebar di berbagai wilayah.

Semisal adanya cagar budaya Candi Serut peninggalan Kerajaan Tarumanegara di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.

Baca Juga: Mengecam Aksi Demo Aliansi Santri Gus Dur Di Gedung PBNU, PW GP Ansor Jabar Bilang Begini

Situs ini diperkirakan telah ada sejak pertengahan abad ke 5 atau sekitar 430 Masehi di jaman kerajaan Tarumanegara.

Namun hingga kini, tak banyak orang yang mengetahui keberadaan Candi Serut ini di Karawang. Padahal, lokasinya masih berdekatan dengan situs cagar budaya tingkat nasional Candi Jiwa dan Candi Blandongan di Batujaya.

“Ini bagian barat dari Candi Jiwa dan Blandongan, meskipun beda kecamatan tetapi masih termasuk satu kompleks,” ujar Juru Pelihara Situs Serut, Nasir Supriadi dalam keteranganya, Sabtu (3/8/2024).

Baca Juga: Seram! Tempat Paling Angker di Korea, Jadi Latar Film Horor Baru 'Spring Garden'

Kilas Sejarah dan Penamaan Situs Serut
Nasir menyebutkan, penamaan situs/candi serut ini berasal dari penduduk lokal. Sebab, diwilayah situsnya terdapat banyak pohon (tanaman) serut.

“Kita tidak tau dulu nenek moyang menamakan candi-candi ini, karena sejarahnya terputus. Ada penamaan versi penduduk, dinamakan candi serut karena wilayahnya identik ada pohon serut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, mitos yang beredar dikalangan masyarakat menyebutkan, air disitus ini dipercaya bisa menyembuhkan orang sakit.

Baca Juga: Siap Dukung KDM Cagub Jabar, Ahmad Sanusi (Amor) Harus Taat Keputusan Ketum Golkar Airlangga

Sebab, dahulu kalanya candi serut ini kerap digunakan sebagai tempat peribadatan oleh para nenek moyang yang notabene beragama budha dan hindu.

“Unsur mitosnya, kadang ada yang sakit atau apa mereka minta minta air kesini untuk diminum atau untuk dipakai mandi,” tuturnya.

Nasir menjelaskan, situs serut ini materialnya berjenis candi (batu) merah, memiliki 5 titik yakni; candi serut 1A, 1B, 1C, 1D dan 1E dengan luas wilayah kurang lebih setengah hektar.

Halaman:

Tags

Terkini